Jakarta Pusat

Camat Tanah Abang Akui PKL Sulit Ditindak

Oleh: Admin Kamis 14 Mei 2020, 15:16 WIB
Para PKL Pasar Tanah Abang nekat berjualan selama masa PSBB. (Suara.com)

TANAH ABANG, AYOJAKARTA.COM - Para pedagang kaki lima (PKL) di  Pasar Tanah Abang menggelar lapaknya saat masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski pasar induk maish tutup, namun para pedagang PKL tersebut nekat tetap berjualan dengan alasan menyambung hidup jelang Lebaran. Kondisi itu membuat Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu, juga dibuat pusing.

Pantauan Suara.com - jaringan Ayojakarta.com pada Kamis (14/5/2020), para pedagang kaki lima masih saja memenuhi trotoar jalanan sekitar Pasar Tanah Abang dan menjajakan barang dagangannya.

Petugas gabungan Satpol-PP, TNI-Polri, dan Dinas Perhubungan juga selalu siaga melakukan pemeriksaan di pos PSBB di area blok A dan di Jalan Jembatan Tinggi, Tanah Abang.

Namun petugas tidak menindak pedagang yang masih menggelar lapak dagangan, mereka hanya mengawasi aktivitas perdagangan agar tetap sesuai dengan protokol kesehatan; jaga jarak, pakai masker dan sebagainya.

Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu bahkan mengakui bahwa para pedagang ini sulit diatur, imbauan dari petugas sudah sangat sering dilakukan namun tak kunjung dipatuhi dengan alasan ekonomi mereka yang turun drastis.

AYO BACA : PKL Tanah Abang Gelar Lapak, Satpol PP Kecolongan

"Pedagang-pedagang ini bandel kalau dibilangin. Padahal sudah dikasih tahu sejak awal sama petugas. Jujur saya baru tahu lagi ini. Saya sudah berkali-kali memberi tahu biar mereka tidak berjualan di lokasi," kata Yassin, Kamis (14/5/2020).

Menurut Yassin, para pedagang tersebut bukan pedagang warga asli Tanah Abang sehingga sulit diatur.

"Itu pedagang yang bandel berjualan bukan warga Tanah Abang, itu pedagang kebanyakan dari luar kota Jakarta. Kalau yang warga asli, saya tahu semua," jelas Yassin.

Yassin menyebut petugas selalu bersiaga di lokasi, Pemprov DKI juga sudah mengimbau mereka agar beralih berjualan secara online selama PSBB.

"Kami sudah kerahkan Satpol PP untuk memeriksa lokasi. Semoga kalau ada yang berjualan, ditindak saja, kan dari pihak lain sudah menyarankan jualan online," ucapnya.

Dia menambahkan, untuk sementara sanksi akan diberikan secara bertahap mulai dari teguran hingga pembongkaran lapak.

AYO BACA : Masih PSBB, PKL Tanah Abang Buka

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati