GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Pemprov DKI Jakarta masih menggencarkan rapid test COVID-19 di sejumlah wilayah.
Pemeriksaan ini adalah metode screening awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada infeksi COVID-19.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan, Pemprov DKI sudah melakukan rapid test terhadap 93.426 orang. Hasil tes itu menunjukkan 3.646 orang dinyatakan reaktif terhadap COVID-19. Sedangkan 89.780 orang dinyatakan negatif.
"Untuk rapid test masih terus berlangsung di 6 wilayah kota dan kabupaten administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP)," ujar Dwi di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/5/2020).
Selain rapid test, Pemprov DKI juga melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Metode pemeriksaan ini untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.
Dwi menuturkan, pada 11 Mei 2020 Pemprov DKI telah melakukan pemeriksaan PCR terhadap 2.500 orang.
"Sebanyak 1.200 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 108 positif dan 1.092 negatif," katanya.
Total sampel PCR hingga saat ini sejumlah 87.552.