Jakarta Pusat

Masjid Amir Hamzah di TIM Rampung, Konsepnya Futuristis dan Ramah Lingkungan

Oleh: Admin Rabu 06 Mei 2020, 15:58 WIB
Sketsa Masjid Amir Hamzah yang berada di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng, Jakpus.

MENTENG, AYOJAKARTA.COM -- Ini kabar gembira buat umat Islam yang bermukim atau berkantor di sekitar Taman Ismail Marzuki, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Revitalisasi Masjid Amir Hamzah, yang sudah berjalan bertahun-tahun, kini telah rampung. Pembangunan kembali masjid ini adalah bagian dari proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Masjid Amir Hamzah di kawasan TIM dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin. Dari penelusuran redaksi diketahui bahwa masjid diresmikan Ali Sadikin pada tanggal 7 Januari 1977. Dinamakan Masjid Amir Hamzah untuk mengenang sastrawan Amir Hamzah yang juga pahlawan nasional. 

Pembongkaran untuk revitalisasi Masjid Amir Hamzah dilakukan pada 2013, di masa pemerintahan Gubernur-Wakil Gubernur, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). Saat itu, Pemprov DKI berjanji untuk membangun kembali masjid yang lebih luas. Namun, janji tersebut tak kunjung terealisasi sampai bertahun-tahun. Sejak masjid dibongkar, para pengurus masjid memindahkan sementara kegiatan ibadah ke lantai basement Teater Jakarta yang juga berada di kawasan TIM. 

Kini, pembangunan kembali Masjid Amir Hamzah sudah tuntas. Dikutip dari beritajakarta, Direktur Proyek Revitalisasi TIM, Luky Ismaya, mengatakan, masjid siap digunakan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat wabah COVID-19 di Jakarta berakhir.

"Masjid Amir Hamzah yang dibangun kembali dengan konsep futuristik, clean dan modern ini memiliki daya tampung sebanyak 250 jemaah, dengan luas masjid beserta plaza salat mencapai 800 meter persegi," ujar Luky, Rabu (6/5/2020).

Lokasi masjid dipindahkan ke bagian yang berdekatan dengan pintu masuk utama antara Gedung Teater Jakarta, Graha Bakti Budaya dan Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) agar lebih mudah diakses pengunjung TIM.

Bangunan masjid mengusung konsep minimalis dan ramah lingkungan, di bagian atap ditanami lovegrass yang akan tumbuh maksimal sekitar bulan Juni mendatang. 

Selain itu, masjid yang bakal memiliki taman seluas 470 meter persegi ini juga tetap merawat pohon-pohon lama yang rindang dengan teknik Earth-Balling, untuk memastikan akar pohon tetap baik dan bisa kembali ditanam di lokasi yang baru.

"Contoh pohon jenis Angsana dengan diameter rata-rata 75-80 cm telah direlokasi dengan menggunakan teknik Earth-Balling pada bulan Desember lalu dan saat ini sudah kembali tumbuh di lokasi yang baru," tambahnya.

Menurut Luky, pembangunan kembali Masjid Amir Hamzah, yang dimulai September tahun lalu, terus berjalan selama PSBB. Tapi, tetap mengutamakan protokol kesehatan dan keamanan. 

Tetap berjalannya proyek ini mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 380/2020 pada tanggal 9 April 2020 yang mengatur tentang tata laksana PSBB, bahwa pelaku usaha yang bergerak pada beberapa sektor (salah satunya konstruksi) mendapat pengecualian dari penghentian sementara aktivitas bekerja. Namun, penggunaan masjid baru dapat dilakukan setelah status PSBB dicabut oleh pemerintah.

"Melihat situasi pandemi COVID-19, aktivitas ibadah di Masjid Amir Hamzah akan mengikuti kebijakan pemerintah untuk membantu mengurangi potensi penyebaran virus corona dengan menerapkan physical distancing dan pembatasan penggunaan fasilitas publik untuk sementara waktu," terangnya.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom