KOJA, AYOJAKARTA.COM -- Pihak ketua RT dan warga yang berseteru terkait bantuan sosial di kawasan RT 06 RW 08 Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara resmi berdamai. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, meski telah berdamai Prita Aulia selaku anak ketua RT dan Nur Ayni selaku warga masih berstatus tersangka.
"Keduanya sudah tersangka, dan saat ini penyidik sedang memproses perdamaian mereka," kata Budhi melalui pesan singkat, Senin (4/5/2020).
Budhi menambahkan, gelar perkara akan dilakukan guna menentukan kasus ini. Nantinya setelah gelar perkara baru dapat diketahui apakah kasus dapat dihentikan atau tetap berjalan.
"Kami akan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini kita hentikan atau kami lanjutkan," sambungnya.
Budhi mengatakan, kedua belah pihak sudah sama-sama mencabut laporannya. "Kami sudah menerima dan kami akan proses. Kedua belah pihak dimediasi oleh Muspika Kecamatan Koja," jelasnya.
Keributan pihak ketua RT dan warga tersebut sempat viral hingga menjadi perbincangan warganet. Mulanya keributan terjadi antara salah satu warga dengan Ibu RT setempat. Namun, justru kakak dengan anak dari ibu RTyang terlibat keributan hingga berujung penganiayaan.
Merujuk pada hasil visum pada tubuh kedua belah pihak, polisi menemukan sejumlah luka. Dari temuan tersebut, polisi lantas menetapkan keduanya sebagai tersangka.
Dalam sejumlah narasi di media sosial, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Rawabadak Utara, Koja Jakarta Utara. Dugaan penganiayaan ini diunggah oleh seorang pengguna Facebook Rafaell Rafa pada Kamis (23/4/2020).
Dari narasi yang ia tulis, seorang perempuan bernama Nur Ayni mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang oknum istri Ketua RT 006 RW 008 Rawabadak Utawa Kecamatan Koja Jakarta Utara.
Perselisihan itu bermula saat Nur Ayni menanyakan kepada ibu RT tersebut soal bantuan sembako yang kemungkinan didapatkannya. Dia mendapat pesan dari ibu RT agar datang ke rumahnya. Dari tangkapan layar riwayat obrolan yang diunggah, ibu RT berencana membuatkan surat pindah untuk Nur.
"Saya bikinin surat pindah buat kamu ya. Kenapa kamu ngomong sama Pak RT masalah sembako. Siapa kamu tiba-tiba jauh-jauh nanyain sembako. Kamu bukan warga saya," tulis ibu RT tersebut.