JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat selama periode Januari hingga 26 April 2020 terjadi 489 kasus kebakaran. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 527 kali peristiwa kebakaran.
Dari total itu, sebanyak 433 kejadian kebakaran berhasil diatasi oleh petugas dari Dinas Gulkarmat, sedangkan sisanya berhasil diatasi masyarakat secara mandiri.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan dikutip dari Berita Jakarta, menjelaskan, penyebab kebakaran masih didominasi oleh korsleting listrik dengan jumlah 327 kejadian, gas 58, dan membakar sampah 23 kejadian.
"Benda yang terbakar didominasi bangunan rumah, instalasi luar gedung, bangunan umum dan perdagangan, serta kendaraan," terangnya.
Sementara total luas area yang terbakar dalam periode itu mencapai 48.000 meter persegi dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 77 miliar.
Menurutnya, kasus kebakaran yang semakin menurun di Jakarta tidak terlepas dari upaya sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan. Sehingga, kesadaran masyarakat terkait bahaya kebakaran juga semakin meningkat.
"Kewaspadaan dan penanganan dini kebakaran sangat penting. Termasuk, dalam upaya meminimalisir potensi kerugian materiil maupun korban," tandasnya.