Jakarta Pusat

Tak Dapat Data dari Pemerintah, IDI Catat Sendiri Tenaga Kesehatan yang Terpapar Covid-19

Oleh: Admin Sabtu 18 Apr 2020, 16:24 WIB
Petugas medis membawa pasien saat simulasi ke Ruang Isolasi Khusus Kemuning Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (6/3/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) membentuk tim audit untuk mendata tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Tim ini juga mencatat tenaga kesehatan yang meninggal akibat virus ini.

AYO BACA : Ini Penyebab Utama Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19

Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih mengatakan, tim audit ini dibentuk lantaran pihaknya tidak mendapatkan data dari pemerintah. Jadi, secara mandiri PB IDI mencatat tenaga kesehatan yang terpapar maupun meninggal akibat Covid-19.

AYO BACA : Volume Sampah di Kepulauan Seribu Juga Turun, Bahkan Hampir 50 Persen

"Terus terang karena kami tidak mendapatkan data langsung dari pemerintah, maka PB IDI membentuk tim audit untuk menelusuri siapa saja yang terinfeksi atau meninggal terkait Covid-19," kata Daeng dalam sebuah acara diskusi virtual, Sabtu (18/4/2020).

Selama ini, IDI mendapatkan informasi terkait tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 dari dokter di rumah sakit. Dokter tersebut menyampaikan data kepada IDI soal tenaga kesehatan yang terpapar atau meninggal.

"Mereka menyampaikan ke IDI siapa saja yang terpapar dan siapa saja yang meninggal. Terakhir yang meninggal karena Covid-19 sebanyak 24 orang. Kemudian yang terpapar infeksi di Jakarta saja melebihi 80 petugas kesehatan yang diumumkan oleh Gubernur," ungkapnya.

AYO BACA : Sampai Tadi Pagi, Positif COVID-19 di Jakarta 2.902 Orang

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono