JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, pandemi corona membuat harga bahan baku melonjak tinggi. Bahkan ketersediaan bahan pangan yang menipis di pasaran membuat industri kecil dan menengah (IKM) sektor makanan mulai menjerit.
Menurut Gati, pasokan bahan baku kian menipis hingga menyebabkan IKM makanan mengalami penurunan omzet hingga 50%. Tak hanya itu, penjualan pruduk IKM makanan merosot hingga 90%. Tak banyak pilihan, para pelaku IKM makanan terpaksa mengobral stok yang ada agar tidak menumpuk di gudang demi tetap mendapat pemasukan.
AYO BACA : Bertambah 330 Kasus, Positif Covid-19 Indonesia Capai 3.842
“Data yang kami terima, yaitu pasokan bahan baku IKM makanan sulit didapat dan harganya saat ini terbilang meningkat,” kata Gati dalam keterangan persnya, Sabtu (11/4/2020).
Ada pun harga bahan baku yang melonjak tersebut yakni, harga kedelai dari Rp6.700 menjadi Rp8.500. Stok kedelai di luar Pulau Jawa bahkan sedikit, sehingga sulit dicari.
AYO BACA : Kapolda Pantau Hari Kedua PSBB di Pos Pemeriksaan Pasar Jumat
Kemudian, harga gula pasir naik dari Rp12.500 perkilogram (kg) menjadi Rp18.000 perkilogram. bahkan ada yang mencapai Rp21.000 perkilogram di Kota Palu.
“Ada pembatasan pembelian gula pasir maksimal 3 kg. Jika ingin membeli kemasan bulk besar, harus di distributor dan dalam jumlah yang besar sekali,” ujar Gati.
Meroketnya harga juga terjadi pada bahan baku gula rafinasi. Harga gula rafinasi yang semula Rp9.000 menjadi Rp11.000. Selanjutnya, harga buah-buahan meningkat sekitar 20%, dan bahan baku susu segar naik dari Rp6.500 perliter menjadi sampai Rp8.500 perliter.
Hal yang paling mencengangkan adalah harga jahe merah yang naik hingga lebih dari 100%. Harga jahe merah awalnya dipatok Rp35.000 perkilogram menjadi Rp70.000 perkilogram, bahkan mencapai Rp130.000 perkilogram di Kota Palu. Untuk harga bawang putih juga tak luput dari kenaikan harga, yakni dari Rp35.000 perkilogram menjadi Rp55.000 perkilogram.
“Untuk pasar ekspor juga turut mengalami hambatan, karena diberlakukannya karantina atau lockdown. Misalnya ekspor bawang goreng Monita dari Kabupaten Kuningan ke Arab Saudi,” jelasnya.
AYO BACA : Polisi Tangkap Perempuan Pelaku Tabrak Lari Motor di Jalan Matraman