AYO BACA : Jurnalis dengan Gejala Covid-19 Meninggal Usai 'Ditolak' RS Rujukan
AYO BACA : Persija Perpanjang Waktu Libur, Presiden Klub: Kesehatan Lebih Penting
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Ikatan Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia membuat perhitungan untuk memprediksi kapan berakhirnya pandemi corona berakhir di Indonesia. Dalam kesimpulan, diungkapkan pandemi Covid-19 di Indonesia akan mencapai puncaknya pada 16 April dan mereda bulan Mei dan Juni. Namun, perkiraan tersebut hanya akan terjadi jika per tanggal 1 April ada pemberlakukan kebijakan strategis dari pemerintah.
Prediksi itu disusun Barry Mikhael Cavin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Yonatan Hamonangan, dan Imanuel M. Rustijono, dan dipublikasikan melalui instagram Alumni Departemen Matematika UI @ilunimathui pada Senin (30/3/2020). Dalam prediksi, diperhitungkan akan ada penambahan kasus sekitar 546 positif baru.
Prediksi ini bergantung pada kebijakan strategis pemerintah yang diterapkan 1 April. Kebijakan tersebut juga harus didukung oleh kedisiplinan masyarakat dalam mengimplementasikan physical distancing.
Apabila kebijakan strategis dan kedisiplinan warga terwujud per 1 April 2020, maka akumulasi kasus baru positif akan mencapai 17.000 kasus. Sementara pandemi akan berakhir pada akhir Mei hingga awal Juni 2020.
Namun, jika kebijakan kurang tegas dan tak strategis, ditambah masyarakat tidak disiplin, maka penyebaran wabah akan semakin buruk.
Sekenario paling buruk yakni puncak pandemi baru akan terjadi tanggal 2 Mei dengan tambahan 1.490 kasus baru.
Jika diakumulasikan, maka kasus yang terjadi bisa mencapai 60.000 dan pandemi baru berakhir akhir Juni atau Juli.
Perkiraan terburuk terjadi jika tidak ada kebijakan tegas sama sekali per 1 April 2020. Apabila hal tersebut yang terjadi, maka puncak pandemi baru jatuh pada tanggal 4 Juni dengan 11.318 kasus baru.
Diakumulasikan, maka kasus positif virus corona akan mencapai angka ratusan ribu, dengan pandemi baru berakhir akhir Agustus hingga awal September.
Jika dilihat dari ketiga perhitungan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kebijakan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat sangat menentukan.
Berdasarkan data, 1 orang positif Covid-19 bisa menularkan 2-3 orang baru. Dengan begitu, jumlah penduduk terinfeksi bisa mencapai ribuan orang.
"Inilah mengapa implementasi physical distancing harus disiplin dilakukan dan sebaiknya penduduk di zona merah tidak mudik untuk meminimalisir risiko penularan besar-besaran ke daerah lain yang belum terjangkit," tulis pihak Alumni Depatremen Matematika UI.
"Hal ini akan sangat berpengaruh dalam akumulasi kasus positif Covid-19," tambahnya.
Per Selasa (31/3/2020), pemerintah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBS). Apabila kebijakan tersebut bisa terlaksana dengan baik, maka kemungkinan perhitungan pertama yang akan terjadi.
AYO BACA : Stop Produksi Baju Mewah, Giorgio Armani Produksi APD dan Sumbang Rp 35,5 Miliar