Jakarta Pusat

Anies: Kegiatan Hari Raya Nyepi di Jakarta Dilakukan Tanpa Keramaian

Oleh: Admin Kamis 19 Mar 2020, 17:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberi keterangan pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020).

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemprov DKI Jakarta dan umat Hindu di Jakarta sepakat untuk tidak mengadakan keramaian di Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Rabu 25 Maret 2020.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyerukan kepada seluruh rumah ibadah di Jakarta untuk menunda semua kegiatan di rumah ibadah selama 2 minggu ke depan.  

Ini disampaikan Anies saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2020) sore.  

Berarti, dalam dua minggu ke depan, semua jenis ibadah rutin seperti ibadah salat Jumat bagi umat Islam dan misa atau kebaktian Minggu bagi umat Nasrani, ditiadakan.

"Begitu juga juga dengan kegiatan Nyepi. Tadi unsur umat Hindu yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan Nyepi sudah diputuskan tidak dilakukan dengan keramaian. Jadi kegiatan keramaian ditiadakan. Ini dalam rangka mencegah penularan menjadi lebih cepat," terang Anies.

Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya akan menyampaikan seruan ini kepada seluruh jajaran untuk membantu mengawasi dan mendisiplinkan. 

Kebijakan ini diambil DKI Jakarta untuk mencegah jumlah orang yang terinfeksi virus corona menjadi lebih banyak. Sampai hari ini saja, sudah ada 208 kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta. Dengan penderita dirawat berjumlah 108 orang, sembuh 13 orang, meninggal dunia 19 orang dan self isolation 70 orang. 

"Kita gambarkan situasi di Jakarta penyebarannya bergerak sangat cepat dan sekarang Jakarta merupakan salah satu epicenter dengan penambahan kasus yang sangat signifikan. Kemarin di Jakarta ada 160 kasus. Hari ini, tadi pagi di Jakarta, sudah bertambah menjadi 208. Pertambahannya sangat cepat dan tidak lagi di kawasan tertentu, saat ini sudah di semua kawasan," urai Anies.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom