Jakarta Pusat

Gubernur Anies: Tunda Peribadatan di Rumah Ibadah Selama 2 Minggu ke Depan

Oleh: Admin Kamis 19 Mar 2020, 17:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Ayojakarta.com/Khoirur Rozi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyerukan kepada seluruh rumah ibadah di Jakarta untuk menunda semua kegiatan di rumah ibadah selama 2 minggu ke depan. 

Ini disampaikan Anies saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2020) sore. 

"Kita menyepakati bahwa kegiatan peribadatan yang diselenggarakan secara bersama-sama di rumah ibadah untuk ditunda hingga kondisi memungkinkan, untuk sementara waktu kita lakukan selama dua pekan ke depan. Nanti kita pantau kondisinya dua minggu lagi," terang Anies.

Berarti, dalam dua minggu ke depan, semua jenis ibadah rutin seperti ibadah salat Jumat bagi umat Islam dan misa atau kebaktian Minggu bagi umat Nasrani, ditiadakan.

"Konsekuensinya adalah bagi umat Islam, kegiatan salat Jumat yang biasanya berjalan normal, kalau minggu lalu anjurannya adalah membawa sajadah sendiri, alat sujud sendiri. Maka hari ini kesepakatannya salat jumat di Jakarta ditunda selama dua jumat ke depan. Sesudah itu kita pantau kembali," terang Anies.

"Begitu juga dengan kegiatan misa hari minggu dan kebaktian juga ditunda untuk dua minggu ke depan. Nanti kita akan pantau ke depannya," imbuhnya. 

Keputusan itu diambil dalam pertemuan antara Pemprov DKI Jakarta dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya, unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama para pemuka agama dari semua agama yang ada di Jakarta.

Kebijakan ini diambil DKI Jakarta untuk mencegah jumlah orang yang terinfeksi virus corona menjadi lebih banyak.

Sampai hari ini saja, sudah ada 208 kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta. Dengan penderita dirawat berjumlah 108 orang, sembuh 13 orang, meninggal dunia 19 orang dan self isolation 70 orang.

"Kita gambarkan situasi di Jakarta penyebarannya bergerak sangat cepat dan sekarang Jakarta merupakan salah satu epicenter dengan penambahan kasus yang sangat signifikan. Kemarin di Jakarta ada 160 kasus. Hari ini, tadi pagi di Jakarta, sudah bertambah menjadi 208. Pertambahannya sangat cepat dan tidak lagi di kawasan tertentu, saat ini sudah di semua kawasan," urai Anies. 

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom