Jakarta Pusat

Rapid Test untuk Corona, Bisa Tes Massal

Oleh: Admin Rabu 18 Mar 2020, 17:35 WIB
Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto. (Youtube BNPB)

AYO BACA : Covid-19 di Indonesia: 19 Orang Meninggal dan 11 Sembuh

AYO BACA : Balai Kota Disemprot Cairan Disinfektan

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan akan mengkaji cara tes corona yang memungkinkan untuk dilakukan secara massal. Metode rapid test akan digunakan dengan menjalin lini dengan seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
 
Rapid test sendiri menggunakan spesimen darah yang akan diperiksa kepada seseorang yang ditengarai terjangkit corona. Hal ini berbeda dengan tes yang sudah dilakukan sebelumnya yakni mengambil sampel apusan tenggorokan.
 
Keuntungannya, lanjut Yurianto, dalam proses pemeriksaan tidak membutuhkan saran laboratorium pada bio security level dua. Artinya, pemeriksaan bisa digunakan di hampir semua laboratorium kesehatan yang ada di semua rumah sakit di seluruh Indonesia.
 
"Hanya masalahnya bahwa yang diperiksa immunoglobulin-nya maka kita butuh reaksi immunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu. Karena kalau belum seminggu terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu pembacaan immunoglobulin-nya akan menampilkan gambaran negatif," kata Yurianto.
 
Yurianto melanjutkan, dalam hal ini, metode ini perlu dilakukan secara beriringan dengan kebijakan isolasi secara mandiri di rumah. Sebab, Yuri memaparkan, pada kasus positif Corona dengan rapid test atau gejala yang minimal, indikasinya harus dilakukan isolasi diri di rumah dengan monitoring dari puskesmas.
 
Dalam siaran persnya, Yurianto juga mengumumkan ada tambahan 3 RS swasta yang diperuntukkan khusus menangani Covid-19 yakni RS Siloam Kelapa Dua, RS Mitra Keluarga Jati Asih, dan Rumah Sakit Hermina Karawang. Total bed yang disediakan mencapai 300 tempat tidur perawatan pasien. Selain itu, ada tambahan jejaring laboratorium yang bisa digunakan untuk tes corona yakni laboratorium Siloam, Kalbe, dan Bunda Group.
 
"Kami juga mengumumkan kabar baik. Para perawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga yang bersinggungan dengan pasien 01 dan 02 ada 71 tenaga medis yang sudah menjalani observasi dan karantina, semua dinyatakan sehat dan tidak ada yang positif. Keseluruhan berfungsi dan melaksnakan tugas kembali," ujarnya.

AYO BACA : Bertambah 55, Positif Covid-19 di Indonesia Menjadi 227

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati