Jakarta Pusat

Pembelian Kebutuhan Pangan di Jakarta Dibatasi

Oleh: Admin Senin 16 Mar 2020, 17:57 WIB
instagram: @aniesbaswedan

AYO BACA : 3 Karyawan Postif Covid-19, Ford Menutup Pabrik di Spanyol

AYO BACA : Virus Corona Paksa Lamborghini Hentikan Produksi

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Gubernur Jakarta, Anies Baswedan melakukan pembatasan kebutuhan pokok bagi masyarakat Jakarta. Hal itu perlu dilakukan agar tidak ada panic buying akibat terus bertambahnya kasus corona di Jakarta.
 
"Pedagang retail akan menerapkan pembatasan penjualan. Ini untuk mengendalikan belanja berlebih yang bisa mengubah stabilitas pasar," ujar Anies di Balai Kota, Minggu (16/3/2020).
 
Untuk melakukan pembatasan ini, Anies mengaku sudah membicarakannya dengan pengusaha retail. Ia menilai tindakan panic buying hanya akan mengganggu stabilitas ketahanan pangan secara drastis dan merugikan masyarakat luas.
 
"Stabilitas pasar ini bisa berubah ketika ada perilaku belanja yang berubah secara drastis. Kita biasa sebut dengan istilah panic buying," kata Anies.
 
Anies mengakui masih membutuhkan keberadaan toko retail untuk tetap buka meski aktivitas masyarakat sudah diminta dikurangi. Karena jika tak ada retail maka nantinya ada masalah baru lagi selain corona.
 
"Kenapa kita mengundang juga Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia? Karena kita memerlukan bantuan mereka untuk memastikan pasokan kebutuhan warga Jakarta terpenuhi," pungkasnya.

AYO BACA : Legenda Inggris Menolak Liverpool Dinobatkan Juara, Kok Bisa?

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati