Jakarta Pusat

Isu Virus Corona Melonjak dan Masyarakat Harus Bersatu

Oleh: Admin Minggu 15 Mar 2020, 08:57 WIB
Ilustrasi

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kasus pasien positif COVID-19 atau Corona Virus di Indonesia semakin bertambah. 

Per Sabtu (14/3/2020) petang, kasus positif corona di Indonesia sudah 96 orang. Dua hari sebelumnya kasus positif virus corona masih berjumlah 34 orang. Empat orang pasien yang positif corona dinyatakan meninggal dunia dan relawan dinyatakan sembuh.

Peningkatan eksponensial tiga kali lipat kasus positif corona ini juga sebanding dengan jumlah perhatian warganet terhadap isu corona.

Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) melakukan pemantauan di media daring arus utama dan media sosial pada dua termin waktu. Pertama saat belum pengumuman adanya pasien positif corona di rentang 1-2 Maret 2020. Kedua tracking setelah pengumuman adanya pasien positif corona pada rentang 3-7 Maret 2020.

Direktur Eksekutif LKSP Astiana B. Sinaga menjelaskan, ada peningkatan dua kali lipat jangkauan isu corona oleh warganet antara sebelum dan sesudah pengumuman adanya pasien positif terpapar virus itu.

Ia merinci pada periode 1-2 Maret jangkauan isu corona mencapai 276,71 juta akun/viewers. Sementara pada periode setelah pengumuman pada 3-7 Maret 2020 melonjak mencapai 451,69 juta akun/viewers.

"Isu virus Corona masih mendapat perhatian sangat tinggi dan menjangkau 451,68 juta akun/viewers dan terjadi kenaikan trend sebesar 80,91 persen dibandingkan pekan sebelumnya," papar Astriana di Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Astriana juga menjelaskan, isu Virus Corona mendapat perhatian netizen tertinggi dengan 109.782 mentions yang sebelumnya 38.071 mentions.

"Secara sentimen, isu corona lebih besar sentimen negatif daripada positif. Sekitar 12,12 persen sentimen negatif dan hanya 6,18 persen sentimen positif. Sisanya menunjukkan sentimen netral," papar dia.

Menurut Astriana, tingginya sentimen negatif corona karena isu alokasi dana kepada kelompok influencer sebesar 72 miliar dan pro-kontra atas hastag #tangkapfahiraidris (12.748 tweets) yang dituduh telah menyebar hoaks terkait virus corona serta bertambahnya suspect corona di Indonesia.

"Top influencers isu ini adalah @GiaPratamaMD sebesar 45.995 mentions dengan tagar #LawanCorona," terang dia.

Ia menyebut sentimen negatif terhadap isu corona bakal bertambah karena per hari Sabtu suspect positif corona di Indonesia terus bertambah secara eksponensial. Sayangnya, masih ada netizen yang terbelah dalam merespon sosial yang menjadi ancaman bersama. Sehingga ada tagar yang menyebut #BauAmiesPolitisirCorona untuk menyindir kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meliburkan sementara pusat wisata dan sekolah.

Sementara itu, ada pula netizen yang mengusulkan #IndonesiaLockdown untuk mencegah dampak yang lebih parah sebagaimana terjadi di Italia dan Iran. 
Walikota Solo sudah menyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB) Corona setelah menyajikan warga Solo yang positif corona meninggal dunia. Menurut dia, beberapa pemerintah daerah bahkan bergerak lebih sigap daripada pemerintah pusat seperti DKI Jakarta dan Pemkot Solo. 

Hal yang berbeda ditunjukkan pemerintah pusat sehingga terjadi kebingungan warga bagaimana seharusnya mereka harus bersikap dalam situasi wabah corona yang makin luas ini. 

"Semestinya warga bersatu untuk mencegah dan menanggulangi ancaman ini," pinta Astriana.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria