Jakarta Pusat

Pemprov DKI Tak Bisa Jabarkan Skenario Terburuk Corona

Oleh: Admin Kamis 12 Mar 2020, 20:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Suara.com/Fakhri).

AYO BACA : 11 Tahun Lalu, Ini Pandemi Sebelum Corona

AYO BACA : Berkas Persyaratan Dua Cawagub DKI Belum Lengkap

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ketua Tim Tanggap Covid-19 DKI, Catur Laswanto, dan jajaran Pemprov DKI enggan menjabarkan apa skenario terburuk yang akan dilakukan dalam menangani wabah virus Corona.
 
Padahal sebelumnya, dalam acara Mata Najwa, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengklaim memiliki skenario terburuk jika 6.000 kasus virus corona muncul di Jakarta.
 
Saat konferensi pers di Balai Kota soal penanganan virus corona atau Covid-19 di Jakarta, pertanyaan soal skenario terburuk ini dilontarkan. Namun, jawaban atas hal itu tidak muncul.
 
Dalam sesi tanya jawab, Catur mengabaikan pertanyaan soal ini dan memilih menjawab pertanyaan lainnya. Ia langsung menutup sesi tanya jawab meski awak media ramai-ramai menagihnya.
 
"Pak, soal skenario terburuk belum dijawab," ujar salah satu jurnalis di Balai Kota DKI, Kamis (12/3/2020).
 
Catur yang langsung pergi meninggalkan lokasi konpers kembali dikejar awak media untuk ditanyai pertanyaan yang sama. Catur kali ini menyatakan akan memberikan jawaban soal itu esok hari.
 
"Besok-besok soal itu (skenario terburuk) kami jawab," kata Catur.
 
Sebelumnya, Anies Baswedan mengaku memiliki skenario terburuk dengan merancang simulasi bila penanganan virus corona tidak dilakukan secara cepat.
 
"Jika dua minggu ke depan kita tidak melakukan langkah serius, maka kita punya potensi. Misal 6000 kasus, 840 parah, 300 kritis." papar Anies ketika menjadi narasumber di acara Mata Najwa, Rabu (11/3/2020).
 
"Ini simulasi, dengan menggunakan skenario terburuk." tambah Anies.
 
Anies menjelaskan skenario kasus terburuk ini akan terjadi jika Indonesia tidak mengambil langkah seperti yang dilakukan Singapura, Vietnam, dan Selandia Baru dalam menangani virus corona.

AYO BACA : Formula E Ditunda, Warganet Pertanyakan Uang Rakyat

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati