JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 110 Kartu Pekerja dibagikan kepada para pekerja di wilayah Jakarta Pusat oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jakarta Pusat, Bakwan Ferizan Ginting, menerangkan, pembagian Kartu Pekerja merupakan program Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Tujuannya agar hubungan industrial antara pekerja, pengusaha, dan Pemprov DKI Jakarta dapat terjalin dengan baik.
Ia katakan, para pekerja bisa langsung menggunakan Kartu Pekerja yang dimiliki dengan lebih dulu mengisi tabungan di Bank DKI dan membelanjakannya di Pasar Jaya.
"Kita sudah siapkan boothnya di lapangan Blok D Kantor Wali Kota Jakpus,” ungkap Bakwan, di Aula Gedung Blok D, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (12/3).
Bakwan mengharapkan, selain bisa membantu para pekerja yang memiliki gaji UMP (upah minimum provinsi), Kartu Pekerja juga dapat menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.
“Kita harapkan dengan adanya kartu pekerja ini, mereka semakin giat bekerja untuk meningkatkan produksi sehingga menjaga stabilitas ekonomi,” katanya.
Sementara Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Pusat, Fidiyah Rokhim, menerangkan bahwa Kartu Pekerja sudah dua kali dibagikan sejak Januari 2020 hingga Maret ini. Pada Januari lalu, sebanyak 74 kartu pekerja dibagikan di Yayasan Said Naum, Tanah Abang.
“Tidak ada target untuk pembagian kartu pekerja, sepanjang mereka mengajukan akan kami proses dan validasi. Kami pun terus sosialisasi dan mendorong para pekerja di Jakpus untuk memiliki kartu pekerja,” ungkapnya.
Meski tidak ada target, lanjutnya, Dinas Tenaga Kerja berencana mendistribusikan 23 ribu Kartu Pekerja di seluruh DKI Jakarta.
“Syaratnya, para pekerja memiliki KTP DKI Jakarta dan bekerja di DKI Jakarta dan berpenghasilan maksimum 10 persen dari UMP DKI Jakarta,” jelasnya.
Para pekerja yang memiliki Kartu Pekerja dapat memperoleh manfaat seperti membeli pangan murah di Pasar Jaya, gratis biaya perjalanan bus Transjakarta, dan bantuan pendidikan.