Jakarta Pusat

Pemerintah Wacanakan Pemulangan Anak-anak Kombatan ISIS

Oleh: Admin Sabtu 07 Mar 2020, 22:00 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Dony Gahral Adian.(Ayojakarta.com/Khoirur Rozi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Anak-anak eks WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah berpotensi dipulangkan ke Indonesia. Selain anak-anak, perempuan juga bakal diizinkan kembali ke Tanah Air.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Dony Gahral Adian dalam diskusi Polemik Trijaya di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020). Menurutnya, pemerintah kini tengah mengkaji pemulangan anak-anak dan perempuan eks WNI di Suriah.

AYO BACA : Anggota ISIS Sejak Dini Didoktrin Membenci NKRI

\"Memang ada kebijakan anak yatim piatu akan dipulangkan. Karena mereka tidak menjadi bagian dari gerakan itu. Tanggung jawab negara karena anak terlantar yang tidak punya ibu dan ayah. Tetapi masih dikaji,” katanya.

Kategori anak-anak yang berpotensi dipulangkan adalah usia di bawah 10 tahun. Kata Dony, meskipun dipulangkan ke Indonesia, anak-anak itu tetap akan dipantau, sebab pemerintah tidak mengetahui sejauh mana tingkat terpapar radikalisme.

AYO BACA : Sudah 102.238 Kasus Virus Corona, 3.497 Kematian dan 57.622 Kesembuhan

\"Kita tidak tahu keterpaparannnya. Artinya, ada yang hanya yang ikut saja, ada yang kemungkinan sudah terpapar. Ini yang harus dipantau. Karena kita tidak ingin membawa masalah. Tidak ingin jadi api di negara,\" jelas Dony.

Pemerintah, kata Dony, tetap memprioritaskan keamanan negara. Pemerintah juga meminimalisir risiko meskipun hanya 1 persen.

“Alasan pemulangan ini karena kemanusian yang tentang prinsip keamanan bangsa negara. Jadi tidak boleh ada yang dikorbankan, yang tertinggi adalah keselamatan bangsa dan negara,” imbuhnya.

 

AYO BACA : Maret Ini, Corona di Wuhan Diprediksi Menurun

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono