JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Anggota Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis menyebut banyak jamaah umrah gagal berangkat mengalami tekanan mental. Menurutnya, hal itu dapat dipahami mengingat beribadah ke Tanah Suci merupakan dambaan setiap muslim.
AYO BACA : Komisi VIII Data Kerugian Jamaah Umrah Gagal Berangkat
"Banyak jamaah yang tertekan mentalnya karena pembatalan keberangkatan umrah. Mereka sudah menggelar pengajian, sudah pamitan sama tetangga, sudah nangis-nangis," kata Iskan saat ditemui di Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).
AYO BACA : Korona, Potensi Kerugian Jasa Travel Umrah Capai Rp2,5 Triliun
Bahkan menurut Iskan, jamaah yang gagal berangkat umrah bisa terganggu kejiwaannya. Dia pun memberikan contoh kasus jamaah haji yang gagal berangkat di kampung halamannya.
"Ini hati hati, ini dampaknya sangat besar terhadap kejiwaan. Ada dulu jamaah haji dari kampung saya, sudah berangkat tiba-tiba nggak jadi, kemudian dia pilih tinggal di Malaysia bertahun-tahun nggak mau pulang. Kenapa? karena malu," ungkap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Untuk itu, dia meminta agar ada pendampingan terhadap jamaah umrah tersebut. Pendampingan dilakukan oleh tokoh agama lewat ceramah yang dapat menguatkan hati para jamaah.
"Kita juga ingin kepada ustad-ustad bisa menjelaskan kepada mereka, bahwa selama dia berniat umrah, walaupun tidak jadi berangkat, insya Allah pahalanya sudah sampai. Tanamkan bahwa ini sudah takdir Allah. Insya Allah bisa berangkat di hari lain," tuturnya.