Jakarta Pusat

Pemprov DKI Tidak Kerja Maksimal, Banjir Jakarta Naik Kelas

Oleh: Admin Jumat 28 Feb 2020, 17:56 WIB
Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI, Gembong Warsono. (Ayojakarta.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Di awal tahun ini saja, bencana banjir terus berulang di sebagian wilayah DKI Jakarta.

Sebetulnya, banjir tidak akan terjadi berkali-kali dalam dua bulan terakhir jika Pemprov DKI bisa mengantisipasinya dengan baik. Faktanya, Pemprov DKI tidak bekerja maksimal untuk menghadapi potensi banjir di puncak musim hujan ini.

"Kerja Pemprov DKI enggak maksimal. Kalau kita bandingkan, katakanlah tanggal 1 Januari lalu banjir, semua petugas gagap karena (banjir) tiba-tiba. Tapi setelah tanggal 1, seharusnya sudah siap, harus dilakukan antisipasi, semua harus dicek. Tapi masih kita dengar ada pompa mati," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, Jumat (28/2/2020).

Gembong membandingkan banjir Jakarta di Januari-Februari 2020 ini dengan bencana di tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, beberapa wilayah yang sebelumnya tidak pernah dilanda banjir malah terkena banjir. 

"Banjir sekarang sudah naik kelas. Kalau dulu yang kebanjiran kan rata-rata adalah yang memang tinggal di dataran yang rendah, permukiman padat, bantaran kali, sekarang sudah sampai Menteng," ungkap Gembong.

Dia juga menyayangkan pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, yang meminta warga Jakarta pasrah menikmati banjir. 

Menurut Gembong, Saefullah tidak memahami penderitaan warga Jakarta yang terdampak banjir.

"Pak Sekda enggak paham penderitaan masyarakat yang terdampak banjir. Ini kan Pak Sekda hanya melihat, tapi tidak merasakan repotnya orang kebanjiran," tuturnya.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom