JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat tidak boleh saling lempar tanggung jawab perkara banjir di Jakarta.
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyebut bencana banjir berulangkali di Jakarta berdampak langsung kepada perekonomian negara.
"Jakarta ini harus benar-benar dikelola secara serius. Memalukan Ibu Kota Negara berulang kali dilanda bencana banjir. Kalangan bisnis bisa saja akan serius mempertimbangkan untuk berdagang di Jakarta jika setiap kali hujan selalu diikuti banjir," kata Wibi kepada wartawan, Rabu (26/2/2020).
Wibi menerangkan, Jakarta adalah barometer bisnis di Indonesia. Jika terus dilanda banjir, akan mengendurkan aktivitas perdagangan yang pada akhirnya mengurangi minat investor. Akhirnya, Indonesia pun tertinggal secara kompetitif dari negara lain dalam hal investasi.
"Di negara lain juga ada hujan, tetapi tidak sampai menimbulkan banjir yang mengganggu aktivitas bisnis. Atau, juga terjadi banjir tetapi cepat kering. Jangan lupa, banjir juga masuk dalam salah satu pertimbangan investor untuk menanamkan modalnya di suatu negara," jelasnya.
Wibi berpendapat, Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI bisa duduk bersama membuat program untuk mengatasi banjir. Dia tak ingin ada dikotomi dalam penanganan banjir di ibu kota.
"Ibu Kota Negara boleh saja pindah kelak, tetapi pusat bisnis kan masih tetap di Jakarta. Kalau banjir terus menerus seperti ini, lama-lama pusat bisnis juga ikut pindah," imbuhnya.