AYOJAKARTA.COM - Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome hingga Stasiun Manggarai kini memasuki tahap konstruksi intensif.
Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan rekayasa lalu lintas yang berlaku mulai 27 Juni 2025 hingga 28 Februari 2026 di Jalan Tambak, tepatnya di sekitar Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat.
Dilansir dari akun Instagram resmi DKI Jakarta, rekayasa ini dilakukan untuk menunjang serangkaian pekerjaan konstruksi viaduct, antara lain:
Baca Juga: Ayo Simak! Alasan SPM Sudah Keluar tapi Saldo BPNT KKS 2020 Belum Masuk
- Pekerjaan bored viaduct, mulai 27 Juni 2025 hingga 29 Agustus 2025
- Pekerjaan Pilecap viaduct, mulai 4 Agustus 2025 hingga 11 November 2025
- Pekerjaan pier viaduct, mulai 19 Agustus 2025 hingga 28 Desember 2025
- Pekerjaan pier head viaduct, mulai 13 September 2025 hingga 12 Januari 2026
- Pekerjaan erection steel box girder, mulai 12 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026
- Pekerjaan slabdeck, mulai 20 Oktober hingga 15 Februari 2026
- Pekerjaan parapet, mulai 30 Oktober 2025 hingga 28 Februari 2026.
Penutupan akan dilakukan di Jalan Tambak arah Matraman, dengan penyesuaian lalu lintas pada sejumlah simpang.
Salah satu titik krusial adalah pekerjaan pier P160B yang menutup sebagian jalan, sehingga kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian.
Sementara itu, pekerjaan antara pier P161B dan P162B menutup sisi utara Jalan Tambak, dan arus dari Dukuh Atas menuju Proklamasi Timur dialihkan melalui underpass sisi selatan, yang telah diperlebar karena penyempitan lajur.
Dinas Perhubungan mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama masa rekayasa berlangsung.
Proyek Fase 1B sendiri ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada kuartal III tahun 2026. Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar, menyebutkan bahwa progres fisik saat ini telah mencapai 57,75%.
Jalur baru ini akan menambah panjang lintasan LRT Jakarta dari 5,8 km menjadi 12,2 km, dengan kapasitas angkut bertahap hingga 80 ribu penumpang per hari.
Untuk pembiayaan, Fase 1B diperkirakan menelan biaya Rp5,36 triliun, dengan potensi skema baru seperti green sukuk agar tidak terlalu membebani APBD.
LRT Jakarta terus dikembangkan dengan visi jangka panjang hingga 2050, guna menciptakan transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan mengurangi kemacetan di ibu kota.***