Jakarta Pusat

Menteri Terawan Sebut Studi Corona di Harvard Penghinaan

Oleh: Admin Selasa 11 Feb 2020, 16:24 WIB
Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) dr Terawan Agus Putrantodi. (Antara/Republika)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mempertanyakan hasil penelitian Universitas Harvard soal hitungannya bahwa virus corona semeskinya sudah sampai di indoensia. Menurutnya, perhitungan yang dilakukan oleh studi tersebut menghina kondisi keamanan pencegahan corona yang sudah dilakukan di Indonesia. Ia juga mempersilakan pihak yang menyangsikan hal tersebut untuk melihat proses secara langsung bagaimana antisipasi Indonesia terhadap corona.

"Itu namanya menghina itu, wong peralatan kita kemarin difikskan dengan duta besar AS. Kita menggunakan dari AS. Intinya adalah apa yang sudah kita kerjakan sesuai standar ya, terstandar internasional semua," ujar Terawan saat ditemui wartawan di sela rapat TNP2K di Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Terawan mengatakan, pemerintah telah meningkatkan kewaspadaan Indonesia seperti halnya dilakukan oleh negara negara lain. Begitu pun terhadap beberapa orang yang diinformasikan memiliki gejala virus Corona, telah ditelusuri hingga dipastikan negatif.

"Kita tidak kendor sama sekali kewaspadaan, kita ndak ada yang lolos, bahkan berita-berita yang katanya ada yang lewat pun sudah kita pantau semua akan kita melakukan namanya survaillance tracking," katanya.

Karena itu, pemerintah terbuka dengan mempersilahkan organisasi kesehatan dunia WHO maupun peneliti luar untuk memeriksa proses pengecekan peralatan di Indonesia. Sebab, pemerintah meyakini telah mengikuti pengecekan sesuai standar kesehatan dunia.

"Silakan sekalian dari mereka dari WHO pun persilahkan juga dari Amerika kita persilakan juga untuk ikut melihat prosesnya dengan alat yang mereka punya," kata Terawan.

"Kit-nya juga dari mereka untuk melihat prosesnya sudah sesuai tidak, kita terbuka kok enggak ada yang ditutup-tutupi," ujar Terawan lagi.

AYO BACA : Menurut Studi Harvard, Harusnya Virus Corona Sudah di Indonesia

Terawan juga mempersilakan pihak lain memeriksa laboratorium yang dimiliki Indonesia untuk menjawab keraguan tersebut. Namun, kata Terawan, keterbukaan tidak berlaku untuk melakukan transfer material.

"Supaya enggak ada yang menyangsikan lagi, negara lain yang sudah terakreditasi sudah mengakui, WHO juga sudah mengakui, alat juga dari sono, kalau ada orang lain mau melakukan survei dan dugaan yo silakan saja, tapi jangan mendiskreditkan suatu negara," katanya.

Mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto itu melanjutkan, jika hingga saat ini belum ada satu pun masyarakat Indonesia yang belum terpapar wabah, seharusnya disyukuri, bukan untuk dipertanyakan. Sebab menurutnya, semua pihak sudah berupaya dengan melakukan kewaspadanan dan pencegahan virus itu masuk ke Indonesia.

"Level kewaspadaannya paling tinggi, dan peralatan yang dipakai juga peralatan internasional, kalau enggak ada ya justru disyukuri, bukan dipertanyakan, lah itu yang saya enggak habis mengerti, kita harus justru bersyukur Yang Maha Kuasa masih mem-blessing kita," kata Terawan lagi.

Belum lama ini ilmuwan dari Universitas Harvard, Amerikan Serkiat menerbitkan sebuah hasil penelitian bahwa pekan ini harusnya virus corona yang merebak dari Wuhan, Tiongkok sudah ditemukan dan menyebar di Indonesia. Meski demikian penting diingat bahwa penelitian yang terbit di jurnal medRxiv pada Rabu (5/2/2020) itu, belum ditinjau atau dievaluasi oleh para ilmuwan lain.

Studi ini meneliti tentang kemungkinan atau potensi menyebarnya virus Corona ke negara lain di dunia berdasarkan jumlah perjalanan atau penerbangan dari Wuhan ke negara tersebut. Hasil analisis dalam penelitian itu, misalnya dengan cukup tepat memprediksi jumlah kasus virus Corona di Vietnam dan Singapura.

Sementara di Thailand dan Kamboja, demikian menurut para ilmuwan itu seperti dilansir The Guardian, jumlah kasus infeksi virus Corona seharusnya lebih besar dari yang saat ini dilaporkan. Di Tanah Air sampai saat ini belum ada kasus penularan virus Corona, meski hubungan antara Indonesia dengan Tiongkok sangat erat baik dalam bidang ekonomi maupun pariwisata. Tiongkok adalah penyumbang turis terbanyak di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

TAGS:
Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati