JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjanjikan perbaikan penyampaian peringatan dini bencana banjir kepada warga.
Ia mengatakan itu untuk menjawab kekecewaan sejumlah pihak tentang buruknya sistem peringatan dini banjir bagi masyarakat Jakarta. Peringatan dini yang tidak efektif membuat banyak warga tidak sadar hujan lebat pada 31 Desember 2019 mengakibatkan banjir besar pada 1 Januari 2020.
"Sejak kemarin kami review SOP (Standar Operating Procedur) yang ada. Salah satu hal yang diterapkan baru adalah, bila ada kabar (luapan air) maka pemberitahuan akan langsung ke warga, tidak lalui jenjang," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (8/1/2020).
Anies katakan, pemberitahuan tidak lagi dari Kelurahan ke RW atau RT tapi langsung ke masyarakat dengan cara berkeliling membawa pengeras suara.
"Termasuk sirine," ujar Anies.
Selama ini, salah satu cara peringatan dini banjir yang digunakan Pemprov DKI adalah melalui telepon selular. Namun cara tersebut dianggap kurang efektif karena kebanyakan warga sedang tidak terjaga jika peringatan dini datang pada malam atau dini hari.
Sedangkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyarankan, untuk meningkatkan kewaspadaan banjir di musim hujan kali ini, warga DKI Jakarta mesti bersiaga pada malam dan dini hari. Intensitas hujan yang tinggi diprediksi cenderung lebih sering terjadi pada malam hari.