Jakarta Pusat

Gerhana Matahari Cincin dan Sepinya Peminat Ilmu Astronomi

Oleh: Admin Kamis 26 Des 2019, 15:13 WIB
Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukkan dan Publikasi Planetarium Jakarta UP PKJ TIM, Eko Wibowo (Ayojakarta.com/Aprilia Rahapit)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Fenomena gerhana matahari cincin sangat penting diketahui masyarakat, khususnya untuk generasi muda. Walaupun, tak semua masyarakat dapat melihat dan merasakan hadirnya fenomena tersebut.

Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukkan dan Publikasi Planetarium Jakarta UP PKJ Taman Ismail Marzuki (TIM), Eko Wibowo mengatakan orang yang dapat melihat fenomena tersebut cukup beruntung. Selain bisa melihat penampakannya, namun juga bisa menambah ilmu pengetahuan astronomi.

"Kelebihannya mereka akan banyak belajar pengetahuan baru tentang ilmu astronomi, di sini maka akan ada anak-anak terutama yang masih tumbuh dewasa baru belajar kenapa bisa terjadi seperti ini," ungkap Eko kepada Ayojakarta di Planetarium TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).

Seperti diketahui, Planetarium TIM telah menggaet komunitas Astronomi untuk membantu para pengunjung menjelaskan pengetahuan pentingnya gerhana matahari cincin.

"Dijelaskan sekaligus mengamati fenomena ini. Selama ini kita kenal bulan sabit, sekarang ternyata ada matahari sabit yang selama ini mungkin enggak didengar semua orang awam. Kan kita jarang mendengar matahari sabit, tapi hari ini kita bisa melihat ternyata matahari pun bisa berwujud sabit, hanya tidak bisa kita saksikan dengan mata langsung, itupun bisa kita tanyakan mereka dapat ilmu baru," ungkapnya.

Eko berharap generasi muda banyak mencintai ilmu astronomi agar Indonesia semakin berkembang dalam hal bidang ini, yang dinilainya masih banyak masyarakat yang tidak begitu minat dengan ilmu astronomi ini.

"Kita sedih, India itu merdeka lebih belakang dari Indonesia tapi kita justru kemarin meluncurkan satelit nebeng ke India, harusnya kita doang, karena apa? ilmu astronomi di Indonesia masih dianggap barang langka," tuturnya.

Indonesia, lanjutnya, harus terus mengedukasi masyarakat betapa pentingnya astronomi. Tentunya hal ini perlu peran dari semua kalangan masyarakat, termasuk pemerintah.

"Orang tua juga, kalau ada anaknya pengen jurusan astronomi jangan ditanya 'kamu mau ngapain ambil jurusan astronomi?' Kadang-kadang orang tua perlu memotivasi, artinya orang yang mau jadi astronomi kan bukan jadi astronot saja, mereka bisa berkerja di LAPAN, di BMKG, masih banyaklah," tandasnya.

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim