Jakarta Pusat

Jakpro: Proyek Hotel di TIM Bukan Komersialisasi

Oleh: Admin Senin 25 Nov 2019, 19:22 WIB
Direktur Utama (Dirut) Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto. (Ayojakarta.com-Aprilia Rahapit)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- PT Jakarta Propentindo (JakPro) berkomitmen mengembalikan fungsi asli Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM) sebagai pusat kebudayaan dan kesenian. 

Direktur Utama (Dirut) Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, perpustakaan dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. 

"Saya ingin sampaikan ke teman-teman, melihat HB Jassin agak berantakan sulit nyari-nya, ini yang akan kita revitalisasi. Desain Andre Martin," papar Dwi di Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

Rencananya di atas perpustakaan dan PDS HB Jassin dibangun hotel bintang lima. Menurut Dwi, keberadaan hotel ini justru akan melengkapi fasilitasi bagi para pengunjung pameran seni atau riset di PD HB Jassin. 

"Rencana 200 kamar, dan setiap kamar ada lukisan-lukisan seniman TIM," ujarnya.

Ia agak keberatan jika pembangunan hotel ini dianggap komersialisasi. 

"Istilah komersialisasi ini yang mungkin harus agak dijernihkan. Hasil dari optimalisasi, bukan komersialisasi, itu akan dikembalikan ke TIM ini. Siapapun yang mengurus," tegasnya.

Dwi juga menekankan, pihaknya hanya ingin meringankan beban APBD DKI dengan pembangunan hotel ini. 

"Bahkan kalau pun Jakpro enggak ngurus, enggak jadi pengelola, enggak masalah. Kita hanya memberikan pondasi. Supaya nanti meringankan APBD-nya DKI dalam merawat TIM yang sudah modern. Itu supaya enggak rancu," paparnya. 

Ia menegaskan kembali bahwa revitalisasi kawasan PKJ-TIM bukan untuk menghilangkan fasilitas-fasilitas seni yang sudah ada saat ini.

"Kecuali XXI, itu kan komersial juga, enggak ada bedanya dengan hotel. Tak ada satu pun yang hilang. Untuk Planetarium kita pertahankan. Ini heritage. Semua dimodernkan, bahkan yang tadinya ada, sekarang diadakan lagi. Contohnya Teater Arena," paparnya. 

Pembangunan hotel di atas lahan seluas 3.000 meter persegi dari total lahan 72.551 meter persegi. Konsep pembangunan hotel ini bertingkat yang menyatu dengan perpusatakaan dan PDS HB Jassin. Aristeknya adalah Andra Matin yang berhasil memenangkan sayembara desain arsitektur PKJ-TIM. 

Reporter Admin
Editor Widya Victoria