Jakarta Pusat

Hotel Bintang Lima di TIM Bakal Hilangkan Peradaban Jakarta Tempo Dulu

Oleh: Admin Senin 25 Nov 2019, 12:41 WIB
Budayawan Betawi Ridwan Saidi (Ayojakarta.com/Aprilia Rahapit)

MENTENG, AYOJAKARTA.COM -- Rencana pembangunan hotel bintang lima di Kawasan Pusat Kesenian dan Budaya Taman Ismail Marzuki diharapkan jangan sampai menghilangkan peradaban Jakarta di masa lalu.  

Menurut Budayawan Betawi Ridwan Saidi, jika memang hotel kelas atas dibangun di TIM maka jumlah kawasan-kawasan bersejarah yang masih orisinil akan semakin berkurang. Dia mencatat, beberapa tempat bersejarah yang kini tersisa di antaranya adalah Kampung Luar Batang dan Kampung Lodan. 

''Daerah-daerah tua di pesisir kan tinggal sedikit, kampung pesisir tinggal Luar Batang, itu hampir digusur oleh Ahok. Jadi tinggal Kamal Muara dan Lodan ini juga dimasalahkan oleh pihak Ancol, itu kan kampung tua. Yang Lodan dulu namanya Kampung Japat, itu Kampung Japat abad ke empat hunian orang-orang Moro, itu ya harus dilindungi. Jadi Jakarta maju kotanya tapi juga peradabannya berkembang,'' jelasnya saat dihubungi Ayojakarta, Senin (25/11/2019).

Ridwan Saidi menyesalkan pernyataan Deputi Gubernur DKI Bidang Budaya dan Pariwisata Dadang Solihin yang membenarkan pembangunan hotel di Kawasan TIM. 

''Enggak mungkin lah, ngawur tuh orang kalau benar ngomong begitu, itu orang ngawur ngomongnya. Kan banyak orang ngawur zaman begini kan kalau ngomong gitu. Biayanya tidak termasuk bikin hotel, ngapain DKI bikin hotel, yang ngelola siapa,'' katanya.

Menurut Ridwan Saidi, jika tujuan pembangunan hotel untuk memudahkan fasilitas berbagai delegasi, seharusnya dapat dibuat hanya berupa penginapan. Tidak perlu dibanguh hotel, terlebih berbintang lima.

AYO BACA : Ridwan Saidi: Enggak Mungkin Anies Mau Bangun Hotel di TIM

''Itu kan Dadang itu musti tahu itu kan penginapan. Dulu juga bahkan ada perumahan seniman di situ kan, pernah ada. Itu penginapan ya, enggak mungkin hotel berbintang lima lah, penginapan saja, tempat nginep, bobo. Itu doang. Dulu saja perumahannya digusur, dulu kan seniman pada tinggal di situ rumahnya dimusnahkan, kalau buat penginapan saja bolehlah,'' jelasnya.  

Sebelumnya, viral video diunggah di media sosial Facebook dengan judul ''Begini cara staf Anies Baswedan sosialisasi tentang renovasi TIM di hadapan seniman senior, pakai cara arogan'' yang diposting akun Humor Politik pada Minggu kemarin (24/11/2019).

Deputi Gubernur DKI Bidang Budaya dan Pariwisata Dadang Solihin diduga emosional memarahi para seniman saat diskusi bertajuk ''PJK-TIM mau dibawa ke mana?'' pada Rabu lalu (20/11/2019).

Sejumlah seniman dalam video juga tampak emosional disebut tidak terima dengan adanya pembangunan hotel di Kawasan TIM. 

Keberadaan hotel tersebut nantinya, kata Dadang, akan melengkapi akses fasilitas tamu dari berbagai delegasi.

''Memang tetap fungsinya sama (tempat-tempat di TIM). Semua persis sama, cuma ini kan direvitalisasi. Jadi misalnya kalau ada tamu dari deligasi Yogyakarta tidak susah (cari tempat), langsung saja nginep di situ,'' papar Dadang saat dihubungi wartawan.

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo