MENTENG, AYOJAKARTA.COM -- Kursi wakil gubernur DKI Jakarta tidak kunjung terisi.
Posisi itu kosong sejak 10 Agustus 2018 setelah ditinggal Sandiaga Uno yang maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2019.
Padahal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra sudah mengajukan nama.
Juru Bicara PKS Muhammad Kholid meminta Gubernur Anies Baswedan bisa memainkan peran strategis karena wakil gubernur akan bekerja sama dengannya.
''Karena nanti chemistry-nya sama gubernur kan. PKS dan Gerindra punya nama, kami berharap Anies Baswedan itu bisa mengambil inisiatif bisa membantu titik temu di situ,'' jelasnya usai menghadiri diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).
Sebab, dua nama yang sebelumnya telah diajukan oleh PKS, progresnya terkendala di DPRD. Terlebih tidak ada kesepakatan dengan Gerindra. Karena itu, peran Anies Baswedan bisa mengomunikasikan nama terbaik.
''Jadi makanya pentingnya peran strategis dari Pak Anies. Supaya menjembatani komunikasi yang baik DPRD dan partai pengusung. Ini hanya masalah komunikasi saja dalam pembahasan,'' kata Kholid.
Disinggung apakah dua nama yang sudah disodorkan menghambat pengisian kursi wakil gubernur DKI. Menurutnya, jawaban tersebut berada di DPRD, mengingat kedua partai pengusung belum deal.
''Coba tanyakan ke DPRD. Kan dari PKS dan Gerindra sudah tanda tangan, pak gubernur juga sudah tanda tangan. Kita tidak tahu bagaimana DPRD merespon itu,'' demikian Kholid.