JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Meski Partai Gerindra sudah menyodorkan sejumlah nama untuk mengisi kekosongan kursi wakil gubernur DKI Jakarta, tentu harus ada kesepakatan dengan sesama pengusung yakni Partai Keadilan Sosial (PKS).
Gerindra mengajukan empat nama calon wagub DKI yaitu Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono, Sekjen Gerindra Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Saefullah.
''Jika sampai saat ini Gerindra dan PKS tidak deal, ya berapa pun nama yang diajukan tak akan berpengaruh apa-apa. Empat nama itu kan harus disepakati PKS, jika PKS tidak sepakat ya tak akan bisa,'' jelas pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin saat dihubungi, Senin (11/11/2019).
Menurutnya, empat nama tersebut tidak terlalu penting. Paling penting adalah Gerindra dan PKS duduk bersama membicara siapa nama yang akan dijadikan pendamping Anies Baswedan.
''Karena nama-nama itu harus disepakati oleh kedua belah pihak. Begitu aturan undang-undangnya,'' kata Ujang.
Dua nama sebelumnya telah diajukan oleh PKS yang progresnya terkendala di DPRD DKI, terlebih tidak ada kesepakatan dengan Gerindra. Maka itu utamakan terlebih dahulu kesepakatan.
''Sama saja kalau empat nama juga tidak disetujui PKS ya tidak akan jalan juga. Dua nama setahun macet karena Gerindra tak deal,'' ujar Ujang.
Masuknya nama Sekda DKI Saefullah oleh usul Gerindra juga harus bisa menguntungkan PKS. Hal seperti itu dianggap lazim dalam politik.
''Tergantung apa yang bisa diberikan sekda DKI ke PKS. Dalam politik tak ada makan siang gratis, no free lunch,'' demikian Ujang.
Jabatan wagub DKI telah kosong sejak 10 Agustus 2018 setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2019.