JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Partai Gerindra dan PKS telah mengusulkan empat nama untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Terkait hal itu, Anies berharap sosok tersebut mengikuti aturan yang dibuatnya. Anies menegaskan, wakilnya tidak boleh bekerja untuk kepentingannya pribadi.
Dikatakan Anies, seluruh nama yang diusulkan Gerindra dan PKS belum pernah mengikuti kampanye. Untuk itu, kandidat wakil gubernur, baik dari Gerindra dan PKS harus mengikuti visi-misinya.
"Karena saya nomor 1 dia (harus) ikut pada visi gubernur, karena yang menjadi calon wakil itu sekarang, tidak ada satupun yang pernah ikut kampanye," ungkap Anies di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).
AYO BACA : Pengamat: Sekda Saefullah Bisa Saja Pemanis untuk Gerindra
Menurut Anies, lantaran tak ikut dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta, maka kandidat wakil gubernur harus belajar memahami janji kepada warga. ''Pertama, komitmen pada visi. Karena itu yang menjadi janji," ucapnya.
Anies juga berharap agar wakilnya nanti mampu bekerja sama, dan tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.
"Kedua bisa bekerja sama, dan saya percaya kalau sudah pada fase ini itu pasti fase orang-orang yang bisa sanggup untuk kerja sama, dan tegak lurus pada agenda gubernur. Jangan bawa agenda sendiri, dan kalau bawa agenda sendiri ada deal-deal sendiri, kan kita nggak tahu nanti seperti apa, jadi ikut pada apa yang sudah menjadi janji gubernur,'' tuturnya.
Anies mengaku menyerahkan pemilihan wakil gubernur kepada partai pengusung dan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya mengurus warga ibu kota.
Sebelumnya, Partai Gerindra mengusulkan empat nama calon wagub kepada PKS yakni Ahmad Riza Patria, Arnes Lukman, Ferry Juliantono, dan Saefullah. Adapun kesepakatan awal bersama dengan PKS yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.
AYO BACA : Netizen Puji Cara Gubernur Anies Tanggapi Karikatur Majalah Tempo