Jakarta Pusat

Upacara Hari Pahlawan di Monas, Anies: Biarkan Sejarawan Menilai Sikap Kita

Oleh: Admin Minggu 10 Nov 2019, 09:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara Hari Pahlawan di Silang Monas/Ayojakarta.com-Aprilia Rahapit

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara Hari Pahlawan di lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019) pagi.

Anies tampak bersama istri, Fery Farhati Ganis tiba pukul 07.44 WIB dan disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah yang juga didampingi istri.

Upacara pun diawali dengan mengheningkan cipta diiringi bunyian sirine selama 60 detik.

Hadir ribuan personel Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), ratusan organisasi masyarakat dan puluhan veteran.

Anies melanjutkan rangkaian upacara dengan menyampaikan sambutan pidato Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Dalam pidatonya, Mensos mengajak peserta upacara untuk mengingat jasa para pahlawan yang berjuang memerdekakan Indonesia.

"Sebagaimana ungkapan salah seorang the founding fathers kita Bung Karno yang menyatakan bahwa hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar," kata Anies membacakan pidato Mensos.

Selain itu, Mensos juga menyampaikan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) harus menjadi pahlawan dengan memperkuat keutuhan NKRI.

"Seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak memprovokasi yang dapat mengganggu ketertiban, tidak menyebarkan hoax tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan lain sebagainya," paparnya.

Anies menambahkan bahwa dirinya seringkali menggarisbawahi label pahlawan adalah urusan para sejarawan.

"Semua masalah yang ada depan kita harus kita selesaikan, biarkan nanti para sejarawan yang menilai itu para sejarawan tugasnya menentukan sikap kita," paparnya.

Seperti halnya 16 ribu orang  meninggal dunia dalam pertempura 10 November 1945 di Surabaya karena pilihan. Hampir semua yang berangkat pertempuran itu meninggalkan ayah dan ibunya.

"Artinya dilepas ibunya, dilepas ayahnya dan mereka semua tidak berencana jadi pahlawan saat tanggal ini akan diperingati sebagai Hari Pahlawan," ujarnya.

Mereka, lanjut Anies, anak-anak muda itu melihat ada masalah dan tidak diam saja.

"Bayangkan jika anak-anak muda waktu itu bayangkan jika masyarakat Surabaya waktu itu mengatakan begini biarkan ini urusan Kementerian Pertahanan, silakan Bapak Ibu bertempur semoga menang," ucapnya.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria