JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pencalonan empat nama untuk Wakil Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra tidak berkaitan dengan jatah partai pengusung.
"Ini kan bukan soal jatah-jatah. Kami sudah sepakat kasih (pencalonan) ke PKS, tapi tidak jalan, kita mau apain? Kenapa sih (PKS) tidak berani mengoreksi diri?," ujar Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/11/2019).
Menurutnya, waktu satu tahun untuk meloloskan dua nama kadernya menjadi Wagub pengganti Sandiaga Uno sudah didapatkan PKS.
Namun kesempatan tersebut justru tidak dimanfaatkan dengan baik, malah prosesnya macet di DPRD DKI.
"Ini kan ada dua pendekatannya. Pada figurnya atau pada komunikasinya. Itu mesti kita koreksi secara terbuka," tegas Taufik.
AYO BACA : Saefullah Tidak Masalah Diusulkan Gerindra Dampingi Anies Baswedan
Sementara empat nama yang diajukan Gerindra yaitu Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantono, Ketua DPP Gerindra Gerindra Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
Dari empat nama tersebut, kandidat non partai hanya satu yaitu Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah.
Taufik sendiri mengaku Gerindra belum berkomunikasi dengan mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu.
"Tidak ada komunikasi. Saya justru kemarin bilang jangan-jangan Sekda marah," tuturnya.
Masuknya nama Saefullah untuk mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang telah kosong sejak 10 Agustus 2018 berdasarkan masukan dari luar Gerindra.
"Terus kami melihat dari luar (partai), juga perlu diserap aspirasinya. Oh, kami lihat dari luar yang mumpuni adalah Sekda DKI. Ya sudah kita masukkann Sekda DKI," bebernya.