Jakarta Pusat

JPO Tanpa Atap Semakin Menyiksa Pejalan Kaki

Oleh: Admin Rabu 06 Nov 2019, 20:38 WIB
JPO tanpa atap di Jalan Jenderal Sudirman/Ayojakarta.com-Aprilia Rahapit

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Koalisi Pejalan Kaki (KPK) mengaku heran dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang membuat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman dengan tanpa atap.  

''Jadi kalau mempertahankan hanya lihat bahwa terbuka view itu sebenarnya menambah siksaan baru bagi pejalan kaki. Padahal kan ini sudah tidak accessibility,'' kata Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus saat dihubungi wartawan, Rabu (6/11/2019).

Dia mengatakan bahwa seharusnya JPO di Jakarta tidak perlu dipertahankan lagi keberadaannya. Bahkan lebih idealnya adalah dengan akses pelican crossing atau zebra cross.

''Nah kalau melihat JPO yang atapnya dibuka padahal rekomendasi kami sebenarnya bukan atapnya dibuka tapi JPO-nya dirobohin. Karena JPO-nya sudah tidak layak itu untuk accesbility-nya. Ditambah lagi kalau dari awal sudah bilang bahwa di Jakarta kurang lebih 30 JPO yang perlu dirobohin mau diganti dengan pelican crossing zebra cross yang penting yang tidak askes ini dirobohin dulu,'' papar Alfred. 

Terlebih, tidak semua penyeberang jalan dalam kondisi selalu sehat. Artinya warga Jakarta membutuhkan akses penyeberangan yang aman untuk lansia, penyandang disabilitas, anak kecil dan lainnya.

Jika Pemprov DKI melalui dinas bina marga yang menyebut peniadaan atap JPO agar warga bisa swa foto dengan latar belakang gedung-gedung tinggi di Jalan Sudirman, Alfred lebih menyarankan berswa foto di titik gedung-gedung. 

''Jadi bukan masalah atapnya dibuka untuk orang bisa memandang, bukan gitu. Kalau memandang Kota Jakarta ya dari atas gedung bukan di JPO,'' tandas Alfred.

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo