JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- PT Transportasi Jakarta memberlakukan uji coba sistem baru dalam layanan bus Transjakarta yakni wayfinding yang dikhususkan untuk Koridor I Blok M-Kota.
''Sistem baru layanan Transjakarta ini akan diujicobakan mulai Rabu besok (6/11/2019) di Koridor 1 Blok M-Kota,'' kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono, Selasa (5/11/2019).
Sistem baru wayfinding dalam rangka meningkatkan mutu layanan Transjakarta. Menjadi cara baru pula untuk menjelajah transportasi di ibu kota.
Menurut Agung, dengan adanya sistem layanan baru, petugas yang biasanya ada di dalam bus Transjakarta ditiadakan. Petugas dipindahkan ke halte tempat penaikan dan penurunan penumpang.
''Pelanggan tidak perlu khawatir dengan tidak adanya petugas di dalam bus karena lokasi pengawasan yang biasanya di bus kini beralih ke halte,'' katanya.
Pemindahan petugas di halte untuk memastikan pelanggan aman pada saat penaikan dan penurunan dari bus ke halte. Sebagai ganti, Transjakarta akan memberikan petugas yang memantau pelanggan dalam bus dengan menyediakan petugas khusus untuk berkeliling memeriksa keadaan penumpang dan situasi bus.
Transjakarta juga akan menambah informasi yang jelas di dalam bus seperti peta rute beserta gedung-gedung terdekat yang bersinggungan dengan halte. Sehingga pelanggan dapat memiliki pengalaman tersendiri secara mandiri dalam menjelajah Jakarta dengan membaca wayfinding yang tersedia di dalam bus.
Dengan layanan wayfinding, saat ini Transjakarta sedang mencoba membentuk budaya baru dalam bertransportasi massal secara mandiri.
Pihaknya juga telah berkoordinasi serta melakukan diskusi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, ITDP dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk menerapkan uji coba ini.
''Transjakarta sudah melakukan diskusi dengan lembaga dan instansi terkait. Akan berasa seperti di dalam kereta di Eropa bahwa pelanggan sudah memiliki budaya mandiri dalam bertransportasi,'' jelas Agung.
Layanan baru tersebut dilakukan guna meningkatkan kepedulian antar pelanggan. Dan Tranjakarta memberlakukan penempatan petugas dalam bus di seluruh halte Koridor I dalam layanannya untuk memasuki tahap Pelayanan 4.0 secara bertahap,
''Ini dia namanya perlahan-lahan menuju Service 4.0. Kita fasilitasi pelanggan untuk mengenali dan mengetahui sendiri perjalanannya. Bukan lagi dipandu prinsip malu bertanya sesat di jalan melainkan tak perlu bertanya tinggal baca peta jalan,'' papar Agung.
Uji coba wayfinding akan dilakukan analisa serta evaluasi sejauhmana efektivitasnya.
''Tentunya dalam uji coba ini akan kita evaluasi hal-hal yang diperlukan serta permasalahan yang timbul guna mempersiapkan tindakan mitigasinya,'' kata Agung.
Wayfinding sendiri adalah segala bentuk grafis yang ditujukan untuk menyampaikan informasi atau pesan pada audiens. Wayfinding memiliki fungsi menuntun orang agar mencapai tempat tujuan tertentu. Informasi yang diberikan berupa petunjuk arah, peta dan tanda-tanda khusus yang menunjukkan lokasi tertentu. Dengan adanya informasi tersebut memudahkan orang untuk menemukan tempat yang dituju.