Jakarta Pusat

Penebangan Pohon di Cikini Langgar Komitmen Pemprov DKI Lindungi Iklim

Oleh: Admin Selasa 05 Nov 2019, 10:58 WIB
Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin/ Tempo-Wisnu Andebar

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penebangan pohon-pohon jenis Angsana di sepanjang trotoar Cikini merupakan pelanggaran komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam melindungi iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen hingga 2030.

"Jelas bahwa penebangan-penebangan pohon tersebut kontradiktif dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, menurunkan temperatur iklim lokal dan memerangi peningkatan suhu kawasan kota," kata Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, Selasa (5/11/2019).

Dia melanjutkan, seharusnya Pemprov DKI tetap mempertahankan pohon-pohon yang sudah ada karena Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta, yang ditargetkan sebanyak 20 persen pada 2030, baru terpenuhi sebesar 9,4 persen.

Selain dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, pepohonan juga dapat menyerap polutan yang menjadi salah satu masalah buruknya udara di Jakarta.

"Risiko batang tumbang dan cabang patah sebenarnya bisa diantisipasi dengan pemangkasan dahan secara teratur," kata pria yang akrab disapa Puput itu menanggapi alasan Pemprov DKI menebang pohon Angsana.

AYO BACA : Pohon Angsana dan Beringin Ditebang, Gantinya Tabebuia Percantik Trotoar Cikini

Sedangkan soal rencana Pemprov menggantikan pohon Angsana dengan pohon Tabebuya dia anggap kurang tepat bila dinilai dari segi fungsinya.

"Tabebuya yang akan dijadikan pengganti Angsana hanya memiliki 7,8% kemampuan menyerap CO2 atau 24,2 gr/jam sementara Angsana mampu menangkap 310 gr/jam. Artinya kemampuan Tabebuya hanya 7,8% dari kemampuan Angsana dalam menyerap CO2," jelas Puput.

Sebelumnya, Dinas Kehutanan DKI Jakarta melakukan penebangan pohon di sepanjang trotoar Cikini bersamaan dengan revitalisasi trotoar oleh Dinas Bina Marga DKI.

Selain demi menciptakan trotoar yang nyaman bagi pejalan kaki, penebangan pohon jenis Angsana dan Beringin di Cikini dilakukan untuk peremajaan tanaman.

"Kelemahannya untuk jenis Angsana adalah seiring usia pohon yang semakin tua, struktur cabang dan batangnya mudah keropos dan rapuh. Dikhawatirkan mudah patah cabangnya dan bahkan tumbang. Dampaknya tentu membahayakan pengguna jalan apalagi keberadaannya di trotoar," kata Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, Senin (4/11/2019).

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom