JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Komisi A DPRD DKI Jakarta meminta agar proses memasukkan data dalam e-budgeting di situs apbd.jakarta.go.id lebih diatur.
Agar tidak ada lagi kesalahan penginputan data yang menimbulkan kejanggalan. Seperti halnya anggaran pembelian lem aibon dalam komponen Alat Tulis Kantor (ATK) senilai Rp 82,8 miliar.
''Kemarin anggarannya ada Rp 90 miliar sampai ratusan miliar. Itu anggaran-anggaran besar kita perlu di-bold, diapain kek supaya betul-betul kita bisa fokus di situ dengan keterangan. Kedua, keterangan prioritas. Lalu ketiga keterangan untuk anggaran yang ditambah secara besar atau dikurangi secara besar atau dihilangkan,'' jelas anggota Komisi A DPRD DKI Agustina Hermanto dalam rapat Komisi A di Gedung DPRD DKI, Kamis (31/10/2019).
Mantan penyanyi cilik yang beken dengan nama Tina Toon itu mengingatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk berhati-hati dalam menginput nilai anggaran.
AYO BACA : Wakil Ketua Komisi A Sindir Wiliam Aditya Soal Harga Diri dan Tata Krama
''Untuk Bappeda seperti kemarin saya sudah sampaikan juga bahwa mohon untuk input info ke publik itu jangan main-main,'' kata Tina.
Meski menginput nilai yang sifatnya masih sementara namun harus lebih diperhatikan. Terlebih media massa dan media sosial yang saat ini sensitif dengan berbagai kejanggalan.
''Oke kita bilang sementara tapi once itu keluar di publik keluar di media. Itu langsung apalagi kalau sudah viral itu bisa jadi liar. Jadi segala sesuatu yang liar itu kita kan sudah jamannya berita per detik langsung keluar. Nah itu hati-hati buat teman-teman semua,'' papar Tina.
Tina mengaku heran dengan ketidakhati-hatian dalam input data. Dia menilai problem tersebut ada di Bappeda.
''Nah apa sih basic-nya. Nah itu tadi inputannya kok bisa skip, kok bisa salah. Nah itu problem Bappeda,'' imbuhnya.