Jakarta Pusat

KSPI Jakarta: Upah Buruh di Jakarta Setidaknya Rp 5 Juta

Oleh: Admin Rabu 30 Okt 2019, 14:33 WIB
Ketua KSPI Jakarta, Winarso/Ayojakarta.com-Aprilia Rahapit

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Massa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar demonstrasi menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi tahun 2020 sebesar 8,51 persen.

Ketua KSPI DKI Jakarta, Winarso mengatakan, UMP DKI 2020 yang ideal adalah Rp 4,6 juta. Bahkan seharusnya buruh di Jakarta bisa menerima upah bulanan sebesar Rp 5 juta. 

Menurut Winarso, kedatangannya bersama ratusan buruh ke Balaikota untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berani menentukan UMP 2020 sesuai usul serikat pekerja melalui rekomendasi Dewan Pengupahan, yaitu kenaikan sebesar 16 persen atau menjadi Rp 4,6 juta. 

"Kami ingin bertemu Bapak Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta untuk memberi kekuatan, untuk memberi keyakinan kepada Anies Baswedan agar berani menetapkan UMP DKI Jakarta untuk 2020," ungkap Winarso di halaman Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

AYO BACA : Gubernur Anies Baswedan Terima Perwakilan Buruh Bahas UMP DKI 2020

Dia mengklaim survei Badan Pusat Statistik (BPS) dan beberapa lembaga survei bahkan menyebut upah minimum yang layak untuk buruh di Jakarta paling tidak Rp 5 juta per bulan. 
 
"Bahkan kalau dilihat survei-survei yang lain lagi, contohnya dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan badan survei yang lain, seharusnya orang tinggal di DKI Jakarta paling tidak punya pendapatan sebesar 5 jutaan rupiah," ucapnya. 

Ia juga meminta Pemprov DKI Jakarta tidak menggunakan PP 78/2015 tentang Pengupahan, Surat Edaran Menaker No.B-M/308/HI.01.00/X/2019 perihal Data Tingkat Inflasi Nasional dan PDB Tahun 2019 yang menetapkan UMP dan UMK tahun 2020 baik sebesar 8,51 persen atau menjadi Rp 4.276.349 per bulan untuk Provinsi DKI Jakarta.

"Ada hitungan khusus yang memang harus diakomodir oleh pemerintah, jadi jangan hanya mendengarkan sepihak. Kami menolak PP 78 karena memang tidak riil dengan apa yang kita inginkan," terangnya.

Saat berita ini dilaporkan, Winarso dan beberapa rekannya tengah melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur Anies, didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan DKI, Andi Yansah, di Balaikota. Sementara itu, ratusan buruh lainnya menunggu Winarso di halaman kantor Gubernur. 

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom