JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Terhitung sejak awal Januari hingga pertengahan Oktober 2019, puluhan manusia gerobak diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Sawah Besar.
Kepala Satpol PP Kecamatan Sawah Besar Sugiarso menerangkan, jajarannya kerap menjaring manusia gerobak saat tren keberadaan mereka terbilang tidak pernah hilang.
''Kita dalam setiap Rabu Tertib selalu jaring manusia gerobak. Setidaknya ada 10 manusia gerobak dalam satu bulan berhasil dijaring,'' jelasnya, Sabtu (19/10/2019).
Hingga pertengahan Oktober, sudah 50 manusia gerobak yang diamankan. Setelah terjaring, manusia gerobak diamankan petugas Sudin Sosial Jakpus untuk dibawa ke panti.
''Dapat langsung dibawa petugas ke panti. Umumnya mereka orang baru walaupun ada juga yang muka lama,'' kata Sugiarso.
Menurutnya, faktor timbulnya manusia gerobak di wilayah Kecamatan Sawah Besar lantaran banyak pertokoan, sentra bisnis dan pemberi sumbangan yang menjadi pemicu.
Manusia gerobak yang dijaring lebih banyak didapati di Jalan Siliwangi dan Jalan Gunung Sahari Utara VII A.
''Ada juga lokasi lainnya yang menjadi titik manusia gerobak. Kita selalu tertibkan mereka yang cukup membuat warga mengeluh,'' ujar Sugiarso.
Sugiarso berharap kepada masyarakat pemberi bantuan kepada manusia gerobak yang masuk dalam katagori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) agar diserahkan langsung ke yayasan.
''Jangan jutsru langsung ke manusia gerobak tersebut yang bisa berdampak mereka menjadi bertambah. Jumlah mereka terus saja ada. Setelah kita amati ternyata ada warga yang ngasih langsung, bahkan ada titik mereka kumpul di mana ada pemberi sumbangan,'' paparnya.
Sugiarso mengimbau kepada warga dan pengurus RT/RW yang mengetahui keberadaan manusia gerobak jika dinilai meresahkan langsung melapor ke kelurahan ataupun kecamatan setempat.