JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pembelian bus Transjakarta merek Zhong Tong oleh Pemerintan Provinsi DKI Jakarta tanun 2013 lalu disambut positif Organisasi Angkutan Darat (Organda).
"Bus itu dibeli oleh Pemerintah DKI, dan sempat menjadi masalah dan sekarang permalasalahannya duit DKI sudah meluncur membeli mobil itu. Nah, kalau mobil itu tidak dimanfaatkan kan sayang,'' ujar Ketua Organda DKI Jakarta, Safruhan Sinungan, Jumat (18/10/2019).
Safruhan berharap 12 unit bus Zhong Tong yang kembali dioperasikan tidak mengalami kendala seperti sebelum-sebelumnya.
AYO BACA : Bus Zhong Tong Beroperasi Kembali, Anies: Pemprov Hanya Tentukan Standar Pelayanannya
Pasalnya, bus dengan merek tersebut memiliki rekam jejak yang kurang baik, seperti halnya saat pengadaannya sempat terkait kasus korupsi ketika kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada tahun 2013, dan bus ini juga pernah terbakar pada 8 Maret 2015 lalu di depan Gedung PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Safruhan berharap, bus tersebut dilakukan uji kelayakan secara maksimal.
''Yang harus dipastikan adalah kondisi fisik kendaraan itu karena sudah lama tidak jalan, harus dipastikan kondisinya baik, tidak menimbulkan masalah di lapangan. Kalau dulu kan korslet dan terbakar. Nah, itu yang benar-benar tim teknisinya itu harus clear, sebelum kendaraan dioperasikan,'' kata dia.
Dengan demikian, tambahnya, saat beroperasi mengangkut penumpang bus tersebut bisa menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan.