JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantu Polda Metro Jaya dalam pengadaan 45 unit kamera tilang elektronik hingga akhir tahun ini.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Kombes Yusuf mengatakan, Pemprov DKI menyetujui bantuan anggaran pengadaan kamera tilang elektronik sebesar Rp 38 miliar.
''Proses tender dilakukan bulan ini,'' katanya, Kamis (10/10/2019).
Yusuf menjelaskan, pihaknya memproyeksikan pemasangan 81 kamera tilang elektronik dengan anggaran sekitar Rp 61 miliar. Namun Pemprov DKI dapat membantu pengadaan 45 unit kamera. Penambahan kamera tersebut akan terpasang dan beroperasi pada akhir 2019 atau awal 2020.
Sejauh ini, Polda Metro telah memasang 12 kamera tilang elektronik di sepanjang ruas Jalan Senayan-Jalan MH Thamrin.
Polda Metro mulai melakukan penegakan hukum tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas sejak 1 November 2018.
Kamera pemantau berteknologi canggih mampu menangkap layar nomor polisi kendaraan secara jelas dan memiliki resolusi tinggi. Kamera pemantau bekerja otomatis mencari pelanggar lalu lintas.
Kemudian data pelanggar terkirim ke database server Polda Metro yang selanjutnya petugas akan mengkonfirmasi melalui surat atau telepon pemilik kendaraan itu untuk memberitahukan surat bukti pelanggaran (tilang).
Berikut rencana penambahan kamera tilang elektronik:
A. Jalur Kota Tua-Gajah Mada-MH Thamrin-Sudirman-Blok M-Senayan.
Titik penempatan kamera sebanyak 18 meliputi Simpang Kota Tua satu unit kamera, Simpang Ketapang (dua), Simpang Harmoni (empat), Simpang Istana Negara (satu), Simpang Kebon Sirih (dua), Simpang Bundaran HI (satu), Simpang Bundaran Senayan dari arah Blok M (satu), Simpang CSW (empat), dan depan Plaza Senayan dua kamera pada dua arah.
B. Jalur Grogol–Pancoran.
Penempatan kamera terdapat delapan titik yakni Simpang Pancoran (dua), Simpang Slipi S. Parman ke arah Gatot Subroto (satu), Simpang Tomang (satu), Simpang Grogol arah Daan Mogot ke Kyai Tapa (satu), Depan Hotel Four Seasons (satu), Depan Gedung DPR pintu utama (satu), dan depan All Fresh Pancoran (satu).
C. Jalur Halim-Cempaka Putih.
Penempatan kamera sebanyak delapan titik meliputi Simpang Halim Lama (satu), Simpang Rawamangun (satu), Simpang Pramuka (dua), dan Simpang Cempaka Putih (dua).
D. Rasuna Raid - Gunung Sahari dan Prof Dr. Satrio
Titik penempatan kamera sebanyak 11 meliputi depan Halte Timah pada kedua arah (dua), depan Halte Setia Budi pada kedua arah (dua), Simpang HOS Cokroaminoto Imam Bonjol (dua), Simpang Tugu Tani dari arah Senen (satu), depan Puskurbuk Kemendikbud (dua), dan depan BNI 46 Gunung Sahari (dua).