Jakarta Pusat

Ingin Demo di Istana, Puluhan Mahasiswa Tertahan di Patung Kuda

Oleh: Admin Rabu 02 Okt 2019, 15:25 WIB
Polisi pasang kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat/Kumparan

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai elemen, di antaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) berkumpul di sekitar Patung Arjunawiwaha atau Patung Kuda, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).

Mahasiswa tersebut rencananya akan bergerak ke Istana Negara, namun jalan menuju Istana telah ditutup pihak keamanan. 

''Rencananya ratusan, ini baru massa dari Bandung dan sekitarnya, 50 orang dari KAMMI Jawa Barat,'' ujar Wahid Ihwan, Koordinator KAMMI Jawa Barat.

Wahid mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan sejumlah kritikan, termasuk cara pemerintah yang dinilai lambat dalam menangani kebakaran hutan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Departemen Kaderisasi Pimpinan Pusat KMHDI, I Gede Hendra Juliana. Menurut dia, pemerintah hanya menangkap pelaku kecil, bukan pelaku utama.

Selain kebakaran hutan, Gede juga mengatakan aksi tersebut menyuarakan persoalan di Papua yang penyelesaiannya dirasa tidak kelas.

AYO BACA : Massa Buruh Dicegah Mendekati Istana

''Pemerintah masih menyelesaikan dengan cara militer, padahal bisa demokratis,'' kata Gede.

Tidak hanya itu, KMHDI juga meminta pemerintah untuk meninjau kembali RKUHP.

''Walaupun sudah ditunda pengesahannya, kami meminta pemerintah untuk meninjau kembali karena banyak sekali undang-undang yang tidak demokratis. Pasal penghinaan presiden dihidupkan kembali, ini bertentangan dengan demokrasi,'' tuturnya. 

KMHDI juga menagih janji presiden untuk menyelesaikan kasus korupsi dan mendesak KPK menyelesaikan kasus mega proyek.

''Aksi bersama ini kita akan menuju Istana, mengepung Istana. Kalau hari ini tidak diberikan akses memberikan suara, berarti presiden benar-benar anti-kritik,'' kata Gede.

 

AYO BACA : Ada Demo Buruh di DPR, Stasiun Palmerah Masih Beroperasi Normal

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim