JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Kelompok buruh mulai terlihat mendekati Gedung DPR/MPR di Senayan beberapa saat lalu.
Di simpang jalan Gatot Subroto menuju Jalan Gerbang Pemuda, tampak puluhan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sudah tiba.
Mereka tiba bersama ada dua mobil komando milik serikat pekerja. Jumlah buruh yang sudah tiba itu diperkirakan bukan apa-apa dibandingkan jumlah buruh yang akan berdatangan dalam gelombang besar siang ini.
Setidaknya, ada sekitar lima sampai enam bis pariwisata pengangkut para buruh yang melintas di Jalan Gatot Subroto kemudian berbelok ke arah Jalan Gerbang Pemuda.
Di atas mobil komando, orator dari FSPMI menyatakan tuntutan para buruh yaitu agar DPR membatalkan rencana merevisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
AYO BACA : Sambut Demo Buruh, Polisi Tutup Total Jalan Depan DPR
''Kami ingin menemui Ibu Puan (Puan Maharani, Ketua DPR yang baru terpilih), ingin menyampaikan tuntutan di depan gedung DPR/MPR RI, Pak Polisi, tolong dibukakan jalannya. Kami tidak akan anarkis," kata orator buruh kepada barisan polisi yang memblokir jalan menuju gedung DPR/MPR RI tepat di depan Restoran Pulau Dua.
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, dalam keterangan tertulis kepada media mengatakan, puluhan ribu buruh dari 10 provinsi di Indonesia akan berunjuk rasa di dekat DPR RI.
Massa aksi berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Batam, Medan, Banda Aceh, Bengkulu, Makassar, Manado, Gorontalo, Banjarmasin, Ambon dan kota-kota lain.
Massa buruh tersebut akan menyampaikan tiga tuntutan utama. Menolak revisi UU Ketenagakerjaan karena dianggap merugikan buruh, menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan khususnya kelas 3, dan meminta revisi PP 78/2015 tentang pengupahan seperti dijanjikan Presiden Joko Widodo.
Said berjanji unjuk rasa buruh hari ini akan berlangsung damai.