JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Upaya kanalisasi dilakukan pihak kepolisian kepada kelompok demonstrans yang pro dan kontra atas kebijakan pemerintah di depan Gedung DPR/MPR, Jumat sore (27/9/2019).
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan mengatakan kanalisasi dilakukan dengan menyekat Jalan Gatot Subroto untuk kedua kelompok aliansi massa yang sejak siang datang ke depan Gedung DPR/MPR.
AYO BACA : Eskalasi Masih Tinggi, Polisi Batasi Akses Demo Mahasiswa di DPR
Di sisi utara Jalan Gatot Subroto diperuntukkan demonstran yang kontra terhadap kebijakan pemerintah, sedangkan pada sisi selatan untuk massa yang pro pada kebijakan pemerintah.
''Kita juga memfungsikan Jalan Lapangan Tembak dan Gerbang Pemuda sebagai akses alternatif apabila terjadi kerusuhan seperti kemarin,'' kata Harry.
Harry mengatakan, pertemuan sejumlah massa yang pro dan kontra tidak menyulitkan polisi dalam melakukan pengawalan.
''Kalau dari Mapolrestro Jakarta Pusat, kita tempatkan 765 personel dari total 1.700-an kekuatan personel kita. Secara intensif mereka kita kawal,'' ujarnya.
Hingga pukul 17.00 WIB terdapat sedikitnya empat aliansi massa yang menggeruduk gedung DPR/MPR Senayan.
Mereka berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang kontra terhadap kebijakan pemerintah, Masyarakat Penegak Demokrasi dan Mahasiswa Cinta Damai yang pro kebijakan pemerintah, serta Forum Indonesia damai yang menyerukan aksi damai.
AYO BACA : Ingin ke DPR/MPR, Massa HMI Dihalau Mobil Pengurai