JAKARTAPUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta turun berunjuk rasa mengusung penolakan terpilihnya Irjen Pol Firli Bahuri sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pantauan Ayojakarta di lokasi, mereka juga membakar ban. Koordinator lapangan (korlap) HMI se-Jakarta, Rusdi Bicara mengatakan, Irjen Firli memiliki jejak hitam yang belum diselesaikan.
"Dan kini beliau lahir sebagai pimpinan KPK baru seusai dengan hasil kajian kami, kami menilai di sini ada konferensi atau pun hal-hal yang belum diselesaikan oleh pemerintah, kemudian didorong maju untuk bagaimana menutupi koruptor-koruptor besar di Indonesia," ucapnya di sela-sela demonstrasi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).
Ia akui memang ada kubu yang pro dengan terpilihnya Firli. "Ini menjadi polemik bagi kita di kalangan aktifis, khususnya HMI cabang se-Jakarta. Hal ini menjadi kajian kami memberikan suatu dukungan kepada KPK untuk segera Firli dilantik ini menjadi bentrok kami," paparnya.
Setidaknya ada tiga tuntutan mereka. Selain menolak Firli sebagai ketua KPK, dua poin lainnya terkait revisi UU KPK dan pemukulan mahasiswa kader HMI dalam aksi di depan KPK, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019) lalu.
"Itu kami mengecam keras tingkah dari pihak kepolisian," paparnya.
Rusdi menekankan, jika pemerintah tidak menggubris tuntutan ini, massa HMI se-Jakarta akan kembali turun ke jalan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2014, Joko Widodo-Maruf Amin pada 20 Oktober nanti.
"Karena ini memang kongkalikong, kalau memang harus tetap dilantik (Firli sebagai ketua KPK) kami akan turun dengan massa yang akan lebih besar dan banyak pada saat pelantikan Jokowi," sambungnya.