JAKARTAPUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Para pencari suaka yang kembali menempati jalur pejalan kaki di dekat gedung Menara Ravindo yang merupakan kantor UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pengungsi) meminta kepastian mengenai status mereka.
"Terserah kami mau dipindahkan ke negara mana, tapi saat ini kami hanya butuh kepastian. Jangan seperti ini tidak ada kejelasan," kata salah satu pencari suaka bernama Syukria Rahumi saat ditemui di trotoar Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).
Syukria sudah enam hari kembali menempati trotoar Kebon Sirih bersama keluarganya. Ia melakukan seluruh kegiatannya menunggu kepastian mengenai biaya yang dijanjikan oleh UNHCR.
"Kami tidak kembali ke Kalideres karena sudah menandatangani perjanjian dengan UNHCR bahwa mereka akan memberikan kami biaya untuk hidup layak. Kemarin mereka memberi kami Rp 1.600.000 tapi itu tidak cukup untuk biaya lima orang dalam satu bulan," kata Syukria menjabarkan alasan lainnya kembali menempati trotoar Kebon Sirih.
Syukria tidak sendiri, ia bersama 53 pencari suaka kembali menempati posisi di depan kantor UNHCR di Indonesia. Mereka terdiri dari keluarga maupun perorangan.
Pencari suaka lainnya bernama Ali turut juga senada. "Terserahlah mau dipindahkan kemana, asal saya bisa hidup layak dan normal. Bisa bekerja, bisa punya kendaraan, tidak seperti ini. Kasih kami solusi pasti jangan yang sementara," kata Ali, pencari suaka tunggal dari Afghanistan selama tujuh tahun di Indonesia.
Para pencari suaka yang menempati trotoar Kebon Sirih tidak hanya orang tua, namun juga terdapat anak-anak yang masih berusia di bawah lima tahun sebanyak 15 orang.
"Kasihan juga anak-anak ini, kami makan dan minum kalau ada warga atau orang yang kasih ketika melintas dan jalan melewati kami," kata Syukria.
Para pencari suaka ini kembali menempati jalur pendestrian di depan Bank Gamon, setelah bagian depan Gedung Ravindo dipasangi kawat berduri sejak Jumat sore (13/9/2019) pekan lalu.
Mereka merupakan pencari suaka yang berasal dari berbagai daerah di Timur Tengah seperti Afghanistan, Somalia, dan Irak.