JAKARTA, AYOJAKARTA.COM --Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyampaikan hasil kajian atas perluasan sistem ganjil genap.
Dia mengklaim, perluasan gage yang berlaku sejak 9 September 2019 mampu menekan kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
''Kecepatan rata-rata pada koridor ganjil genap mengalami peningkatan dari 25,65 kilometer per jam menjadi 28,16 kilometer per jam setelah penerapan ganjil genap atau sebesar 8,93 persen,'' jelas Syafrin melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/9/2019).
AYO BACA : Pemprov DKI Klaim Perluasan Ganjil Genap Tekan Kemacetan
Dampaknya juga terlihat pada penurunan jarak waktu tempuh yang masuk dalam area gage. Syafrin menyebut, waktu tempuh pada koridor gage mengalami penurunan dari 16,92 menit menjadi 14,91.
''Setelah penerapan ganjil genap atau waktu tempuh mengalami penurunan sebesar 11.88 persen,'' ujarnya.
Selain itu, perluasan penerapan gage telah mampu memperbaiki kualitas udara di Jakarta yang belakangan banyak dipertanyakan.
''Hasil pemantauan di Stasioner Bundaran HI rata-rata konsentrasi PM 2,5 mengalami penurunan sebesar 13,66 persen. Hasil pemantauan di Stasioner Kelapa Gading rata-rata konsentrasi PM 2,5 mengalami penurunan sebesar 14,29 persen,'' beber Syafrin.
AYO BACA : Sosialisasikan Perluasan Sistem Ganjil Genap, Dishub DKI Sebarkan Flayer