JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Agar potensi ancaman kebakaran yang lebih besar dapat dihindari, sangat penting adanya sistem peringatan dini.
Demikian dikatakan ahli di bidang api dan kebakaran sekaligus Direktur Honeywell Building Technologies Indonesia, Yustinus Sigit.
"Kalau api sudah terlanjur membesar maka akan semakin sulit untuk dipadamkan. Kejadian kebakaran di beberapa wilayah di Jakarta menunjukkan tidaknya adanya peringatan dini sebelumnya," kata Sigit, di acara Fire and Safety Seminar untuk para konsultan bangunan dan developer, Jumat (13/9/2019).
Menurut Sigit, salah satu teknologi yang mampu memperingatkan awal terjadinya api adalah alat deteksi asap yang sebenarnya harganya tidak mahal sesuai dengan manfaatnya.
"Kalau sudah terjadi kebakaran besar maka kerugian tidak hanya rumah tetapi juga barang-barang yang ada di dalamnya. Nilainya sangat besar dibandingkan kalau membeli alat deteksi asap," ujar Sigit.
Sigit menjelaskan, saat ini bahan bangunan dan perabotan rumah tangga telah berubah secara signifikan dari waktu ke waktu ke bahan yang lebih modern seperti busa poliuretan.
"Bahan-bahan ini dikenal sebagai bahan yang lebih mudah terbakar dan hal ini menyebabkan waktu luang bagi penghuni gedung jika terjadi bahaya kebakaran telah berubah dari rata-rata 17 menit menjadi tiga hingga empat menit," jelasnya.
Dikatakan Sigit, sensitivitas yang lebih besar dan keakuratan terhadap karakteristik asap untuk memberikan sinyal kebakaran yang benar ini menjadi sangat penting, karena hal ini akan berdampak pada jumlah waktu yang dimiliki oleh penghuni untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.
Sigit menambahkan, Honeywell yang berpusat di Arizona, Amerika Serikat, merupakan salah satu perusahaan yang memasok alat deteksi asap untuk skala rumah tangga maupun industri, bahkan teknologi yang diusungnya mampu menganalisa apakah asap itu dari kebakaran atau bukan.
"Karena beda untuk mendeteksi asap dari kebakaran atau asap dari kendaraan bermotor. Memang membutuhkan teknologi deteksi asap yang pintar untuk mengantisipasi bahaya kebakaran," pungkasnya.