Jakarta Pusat

Gage Diperluas, Bus Pengumpan Minim, Politikus Ini Ngaku Kelimpungan

Oleh: Admin Rabu 11 Sep 2019, 08:00 WIB
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, Syarif/Kumparan

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sudah tiga hari perluasan sistem ganjil-genap (Gage) berlaku di 25 ruas jalan Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengklaim kebijakan itu berhasil mendorong perpindahan pengguna kendaraan pribadi roda empat ke transportasi umum.

Tapi, masih ada kekurangan dalam sistem ini. Kritik datang dari partai yang mendukungnya di Pilkada 2017 lalu. Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif, mengatakan, aturan Gage tidak dibarengi perbaikan jumlah dan kelayakan angkutan umum pengumpan. 

"Tranportasi publik jauh dari yang diharapkan," ucap Syarif kepada wartawan, Selasa malam (10/9/2019).

Dia berikan contoh, jumlah bus pengumpan atau feeder masih sangat kurang sehingga menyusahkan warga untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

"Feeder-nya kurang. Saya sudah coba naik dari Ciracas dan turun di Cawang. Kelimpungan cari kendaraan yang menuju ke sini (Kantor DPRD DKI, Kebon Sirih). Harus tiga kali naik. Itu feeder-nya (kurang)," ucap Syarif. 

Anies sendiri sebelumnya sudah berjanji menambah jumlah dan kelayakan armada transportasi umum. Apalagi, tujuan utama memperluas Gage adalah untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat. 

"Kami juga terus menambah jumlah armada , menambah kenyamanan, dan menambah jangkauan. Sehingga naik kendaraan umum jadi sesuatu yang meringankan bagi masyarakat," kata Anies di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom