JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Warga Jakarta belum senada atas wacana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melegalkan sejumlah trotoar sebagai lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL).
Kamis siang (5/9/2019), Ayojakarta memantau aktivitas para PKL yang berdagang di trotoar Jalan Taman Cut Mutiah hingga Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Kami juga sempat menanyakan pendapat beberapa pejalan kali tentang rencana kebijakan Gubernur Anies.
"Enggak merasa terganggu, fine-fine aja saya mas," ucap Fani, karyawan perkantoran yang setiap hari melintasi trotoar di dekat Masjid Cut Meutia ini.
Ia bukan saja merasa tidak terganggu dengan keberadaan PKL di trotoar, ia malah setuju dengan rencana kebijakan Anies.
AYO BACA : PKL di Trotoar Taman Cut Mutiah: Ada yang Sudah 20 Tahun, Diurus Yayasan atau Bayar ke Lurah
"Bagus, malah setuju saya," ucap Fani yang sehari-hari bekerja di kawasan Taman Cut Mutiah.
Ada juga yang beda pendapat. Salah satunya Revi. Pria berusia 31 tahun ini mengaku bahwa kenyamanannya berjalan kaki terusik dengan banyaknya PKL yang memakai trotoar.
"Kurang sih (kenyamanan berjalan). Karena ada pedagang-pedagang," ucap Revi.
Revi mengkritik sikap Pemprov DKI yang membiarkan hak pejalan kaki dibajak oleh para pedagang. Menurut dia, pembiaran itu dapat membuat jalan raya semakin sempit dan berantakan.
"Enggak setuju, nanti makin sempit pasti. Enggak rapi, agak kotor," ungkapnya.