JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyatakan bahwa perluasan ganjil genap dapat mengurangi jumlah kendaraan sebesar 40%, sehingga dapat menekan tingkat polusi di Jakarta, jumat (9/8/2019).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dihubungi oleh awak media.
"Jumlah mobilnya asumsi kita berkurang 40% karena kan setiap hari dia gantian ya. Hari ini ganjil, besok genap. Artinya bahwa kebijakan ganjil genap ini efektif untuk memperbaiki kinerja traffic. Jauh dari aspek kecepatan, waktu perjalanan lebih pendek, itu yang dirasakan," kata Syafrin.
Dia mengatakan kebijakan ganjil-genap adalah tahapan untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi massal.
Selain ganjil-genap, Pemprov DKI juga tengah mempersiapkan sistem retribusi jalan.
"Kebijakan ganjil-genap ini dibuat adalah kebijakan antara sebelum kita menuju kepada antisipasi sebelum congestion pricing. Dalam ingub, dari 7 item, selain perluasan gage ada juga terkait juga dengan congestion pricing atau yang dikenal ERP (electronic road pricing)," kata dia.
Syafrin mengatakan berdasarkan evaluasi penerapan ganjil genap yang sudah dilakukan, jumlah kendaraan di jalanan berkurang.
Hasil evaluasi ini membuat Pemprov DKI memutuskan untuk melakukan perluasan wilayah penerapan ganjil-genap.
Selain itu, menurutnya, dengan menurunnya jumlah kendaraan di jalanan, maka akan berdampak pada kualitas udara di Jakarta. Dia yakin perluasan ganjil-genap akan berefek pada menurunnya polusi udara.
"Oleh karena itu indikator lain ganjil-genap ini adalah meningkatnya kualitas lingkungan, polusi udara menurun. Karena memang dari aspek jumlah kendaraan bermotor turun," kata dia.