Jakarta Pusat

Kemenkes Ingin Tingkatkan Kedasaran Masyarakat Terhadap Gangguan Tiroid

Oleh: Admin Rabu 17 Jul 2019, 14:40 WIB
Foto dari kiri ke kanan (Astriani Dwi Aryaningtias,

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM--Secara global, angka penderita tiroid semakin meningkat, bahkan menempati urutan kedua terbanyak dalam daftar penyakit metabolik. Indonesia sendiri menempati posisi pertama sebagai negara dengan memiliki pasien tiroid terbanyak di Asia Tenggara. Setidaknya ada 17 juta masyarakat Indonesia mengalami gangguan tiroid.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan tiroid, PT Merck Tbk bekerjasama dengan Direktorat Promosi Kesehatan Pemberdayaan Masyarakat Kementriaan Kesehatan Republik Indonesia melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama untuk melakukan kegiatan promotif akan penyakit metabolik ini.

AYO BACA : Puskesmas Kalideres Sosialisasikan Gaya Hidup Sehat pada Para Pencari Suaka

"Merck secara berkelanjutan telah melakukan berbagai edukasi kesehatan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan tiroid di Indonesia," ujar Evie Yulin, Direktur PT Merck Tbk.

Evie Yulin menjelaskan, lewat kerjasama ini, pihaknya akan lebih aktif melakukan kegiatan promotif seperti peningkatan kesadaran masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kesadaran masyarakat terkait kesehatan kelenjar tiroid, peningkatan kapasitas tenaga kerja kesehatan dalam mengenali, serta upaya preventif seperti deteksi dini dan manajemen tiroid serta peningkatan akses masyarakat untuk skrining hipotiroid.

AYO BACA : Beban Penyakit Kanker Meningkat, BPJS Kesehatan Diharapkan Tingkatkan Kualitas Penatalaksanaan

Kerjasama ini merupakan kelanjutan dari kampanye Merck bertajuk, "Bebaskan Diri Anda dari Tiroid" yang sudah dilakukan pads 2015 hingga 2017 lalu.

Kemudian, pada 2018 Merck memperluas kemitraan dengan Kementerian Kesehatan dan asosiasi medis hingga tahun 2020 melalui kesepakatan untuk mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatandan Edukasi Kesehatan, fokus pada peningkatan kesadaran penyakit tiroid.

Sementara itu, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, dr. Riskiyana Sukandhi Putra mengatakatan bahwa penerapan budaya hidup sehat, diharapkan dapat bermanfaat untuk peningkatan kualitas kesehatan, peningkatan produktivitas dan pencegahan berbagai jenis penyakit termasuk tiroid.

Demi menyukseskan kerjasama ini, Merck dan Kemenkes juga menggandeng Komunitas Pejuang Tiroid, yaitu Pita Tosca. Hal ini diharapkan dapat membantu pemerintah agar lebih mudah menjangkau masyarakat Indonesia diberbagai daerah agar lebih sadar akan gangguan tiroid.

"Kami juga akan berkolaborasi dengan Komunitas Pejuang Tiroid, Pita Tosca untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan edukasi mengenal gangguan tiroid ke beberapa wilayah Indonesia. Kami berharap dengan diimplementasikannya kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga gangguan tiroid di Indonesia dapat menurun," pungkasnya.

AYO BACA : Beban Penyakit Kanker Meningkat, BPJS Kesehatan Diharapkan Tingkatkan Kualitas Penatalaksanaan

Reporter Admin
Editor Rizma Riyandi