Jakarta Pusat

Kadishub DKI yang Baru Ingin Minimalisir Kemacetan Jakarta

Oleh: Admin Selasa 09 Jul 2019, 10:52 WIB
Kadishub DKI Yang Baru, Syafrin Liputo. (ayojakarta.com/Hendy Dinata)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta diketahui telah melantik 15 orang pejabat  tinggi pratama atau eselon II hasil lelang jabatan, Senin (8/7/2019) di Balai Agung, Balai Kota Jakarta.

Dari 15 pejabat itu, satu diantaranya diketahui berasal dari luar Pemprov DKI Jakarta. Ia adalah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang baru saja dilantik, Syafrin Liputo.

Sebelumnya, Syafrin Liputo adalah aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Perhubungan. Namun, Syafrin diketahui pernah berkarier di Dishub DKI sejak 1997 sampai 2016 sebelum ia memutuskan pindah ke Kemenhub. 

Ia pernah menjabat sebagai kepala bidang pengendali operasi (dalops) dan kepala bidang angkutan darat di Dishub DKI. Pada 2016, lalu Syafrin melanjutkan kariernya di Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub. 

Setelah itu, Syafrin diangkat sebagai kasubdit angkutan orang di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub pada 2017. 

Syafrin kemudian dipercaya menjadi kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XIII Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Januari 2019. 

Ia kemudian ditugaskan sebagai kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat sejak 26 Juni lalu.

Sejak dilantik Anies pada Senin (8/7/2019) lalu, Syafrin mengaku akan menghadapi banyak sekali tantangan dalam penataan transportasi di Ibu Kota. 

"Kemacetan lalu lintas yang bisa kita minimalisir. Jika kita tidak bisa kurangi, minimal bisa kita minimalisir, bisa kita laksanakan ke depan," ungkap Syafrin.

Syafrin tak menjelaskan dengan rinci apa saja tantangan tersebut. Namun, dia berkomitmen untuk bekerja sesuai dengan arahan Gubernur Anies Baswedan, yakni menciptakan sistem transportasi yang handal. 

Karena sudah lama bertugas di sektor perhubungan, Syafrin menilai urusan transportasi bukan ranah baru bagi dirinya. Bahkan, Syafrin mengklaim pernah membuat program pola transportasi makro, kendati ia tak menjelaskan rinciannya. 

"Sebelumnya sudah [pegang transportasi]. Saya di Dishub [DKI] tahun 2000 sampai 2016, kemudian 2016, Pak Jokowi membentuk Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek, saya kebetulan diminta untuk bergabung di sana," ungkapnya.

Sebagai Kepala Dishub DKI yang baru, dirinya berencana untuk melaksanakan program-program yang sudah tertuang dalam RPJMD, sesuai dengan arahan Gubernur Anies. 

Reporter Admin
Editor Rizma Riyandi